Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Cegah Penyebaran Virus Nipah, MITI: Pemerintah Perlu Segera Siapkan Program Antisipasi

badge-check


					Cegah Penyebaran Virus Nipah, MITI: Pemerintah Perlu Segera Siapkan Program Antisipasi Perbesar

DepokNews–Jakarta (04/02/2026) – Peneliti BRIN, Pujiatmoko sarankan, pemerintah untuk menyiapkan langkah-langkah antisipatif terhadap potensi penyebaran wabah virus Nipah (NiV), yang kembali terjadi di India pada awal 2026. Dengan tingkat kematian pada manusia yang sangat tinggi (40–75 persen), ketiadaan vaksin dan pengobatan spesifik, serta karakter penularan yang melibatkan interaksi manusia–hewan–lingkungan, virus Nipah berpotensi menimbulkan dampak kesehatan, sosial, dan ekonomi yang signifikan apabila tidak diantisipasi secara sistematis.

Pudjiatmoko menyebut bahwa Pemerintah, DPR, dan otoritas veteriner perlu memosisikan isu virus Nipah sebagai ancaman strategis kesehatan nasional berbasis zoonosis. Meskipun penularan antarmanusia relatif terbatas dan tidak seefisien COVID-19, risiko terjadinya wabah sporadis lintas wilayah tetap nyata, terutama di daerah dengan kepadatan penduduk tinggi, aktivitas peternakan yang intensif, serta kedekatan dengan habitat satwa liar.

“Wabah terbaru di India kembali menegaskan bahwa Asia merupakan wilayah berisiko tinggi akibat keberadaan reservoir alami virus, praktik konsumsi pangan tradisional tertentu, serta tingginya kepadatan penduduk. Meskipun tidak berpotensi menjadi pandemi global seperti COVID-19, dampaknya dapat sangat fatal dan menimbulkan kerugian besar apabila tidak ditangani secara serius. Oleh karena itu, kebijakan yang proaktif, terkoordinasi, dan berbasis sains menjadi kunci untuk melindungi kesehatan masyarakat serta menjaga ketahanan kesehatan regional,” kata Pudjiatmoko.

Pudjiatmoko menegaskan bahwa pendekatan reaktif dalam menghadapi ancaman penyebaran virus Nipah tidaklah cukup. Pemerintah perlu melakukan investasi berkelanjutan dalam pencegahan zoonosis, penguatan kesiapsiagaan wabah, serta penerapan pendekatan One Health yang akan memberikan manfaat jangka panjang dalam mencegah krisis kesehatan di masa depan. Oleh karena itu, pemerintah perlu menyusun program terintegrasi untuk mengantisipasi penyebaran virus tersebut.

Pemerintah perlu melakukan setidaknya tiga langkah strategis untuk mengantisipasi penyebaran virus Nipah. Pertama, pengendalian risiko lingkungan dan pangan melalui edukasi konsumsi pangan yang aman, pengamanan pangan tradisional, serta pengelolaan habitat satwa liar. Upaya ini bertujuan untuk menurunkan risiko paparan awal dari sumber zoonotik.

Kedua, membangun jalur komunikasi dan edukasi risiko bagi masyarakat dengan menyampaikan informasi yang akurat, berimbang, dan berbasis sains mengenai wabah ini, serta melibatkan tokoh masyarakat dan media. Langkah ini bertujuan untuk mencegah kepanikan sekaligus meningkatkan kepatuhan masyarakat terhadap upaya pengendalian

Ketiga, lakukan riset serta kerja sama internasional untuk mengendalikan penyebaran virus Nipah. Upaya ini penting guna memperoleh dukungan dalam pengembangan terapi dan vaksin. Selain itu, kerja sama internasional juga bermanfaat untuk berbagi data dan praktik terbaik di tingkat regional, kata mantan Atase Pertanian KBRI Tokyo untuk Jepang ini.

Facebook Comments Box

Read More

Berkunjung ke Pasar Cisalak Depok, Wamendag Roro Pastikan Harga Kebutuhan Pakok Terkendali Jelang Imlek dan Ramadhan

9 February 2026 - 17:55 WIB

PKS Kelurahan Cimpaeun Gelar Tarhib Ramadhan dan Pemeriksaan Kesehatan Warga

9 February 2026 - 13:25 WIB

DPC PKS Kecamatan Tapos Gelar Tarhib Ramadhan dan Konsolidasi Kader

9 February 2026 - 13:22 WIB

SATU AKSI, SEJUTA DAMPAK UNTUK SITU PENGASINAN 🌿💧

9 February 2026 - 13:18 WIB

Together in Steps, Forever in Harmony: Fun Walk Jadi Simbol Kebersamaan Milad 4 Windu Nurul Fikri

9 February 2026 - 08:51 WIB

Trending on Ragam