DepokNews — Ketua Komisi A DPRD Kota Depok dari Fraksi PKS, Khairulloh, mengaku prihatin terhadap dihentikannya sejumlah program yang selama ini bersentuhan langsung dengan masyarakat kecil.
Salah satu program yang menjadi sorotannya adalah penghapusan santunan kematian bagi warga kurang mampu di Kota Depok. Menurut Khairulloh, program tersebut bukan sekadar bantuan finansial, melainkan simbol kehadiran pemerintah di tengah masyarakat yang sedang mengalami musibah.
Hal itu disampaikan Khairulloh saat menghadiri kegiatan PKS Coffee Talk, forum bincang santai bersama insan media di Rumah Makan Pondok Laras, Kelapa Dua, Cimanggis, Depok, Sabtu (9/5/2026).
“Salah satu yang paling saya soroti adalah santunan kematian bagi warga miskin yang selama ini sangat membantu masyarakat. Kenapa saya membela santunan kematian? Karena itu bukan hanya soal uang. Itu tanda hadirnya negara, tanda hadirnya pemimpin di tengah masyarakat kecil,” ujar Khairulloh.
Ustadz HK, sapaan akrab Khairulloh, menjelaskan bahwa santunan kematian selama ini menjadi bentuk perhatian pemerintah kepada keluarga kurang mampu yang tengah berduka.
Menurutnya, bagi masyarakat kecil, bantuan tersebut memiliki arti besar karena dapat meringankan kebutuhan mendadak saat ada anggota keluarga yang meninggal dunia.
Ia menilai program tersebut seharusnya tetap dipertahankan karena manfaatnya dirasakan langsung oleh masyarakat bawah. Terlebih, anggaran yang dibutuhkan dinilai tidak terlalu besar dibanding dampak sosial yang diberikan.
“Anggarannya hanya sekitar Rp1,8 miliar setahun, tetapi manfaatnya sangat besar bagi masyarakat miskin. Penghentian program santunan kematian menimbulkan banyak pertanyaan dari masyarakat. Saya menerima berbagai keluhan dan aspirasi warga terkait hilangnya program tersebut karena masyarakat kecil sangat merasakan manfaatnya,” tutur aleg dari Dapil Cisari (Cipayung, Sawangan, Bojongsari) tersebut.
Selain santunan kematian, Khairulloh juga menyinggung perubahan terhadap program Universal Health Coverage (UHC) yang menurutnya sama-sama menyentuh kebutuhan dasar masyarakat kurang mampu.
Ia berharap kebijakan pemerintah tetap berpihak kepada masyarakat kecil dan tidak menghilangkan program-program sosial yang selama ini dirasakan manfaatnya oleh warga.
“Program-program yang berkaitan dengan hajat hidup masyarakat bawah seharusnya dipertahankan dan diperkuat,” tegasnya.
Di akhir pernyataannya, Khairulloh berharap seluruh pihak dapat bersama-sama menjaga kondusivitas Kota Depok serta terus mengedepankan kepentingan masyarakat luas, khususnya warga kurang mampu yang membutuhkan perhatian nyata dari pemerintah.






