Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Pendidikan

PEKKA Abadijaya Depok Belajar Menguatkan Ekonomi dan Pendidikan Anak di Rumah melalui Community Development Equity UNJ

badge-check


					PEKKA Abadijaya Depok Belajar Menguatkan Ekonomi dan Pendidikan Anak di Rumah melalui Community Development Equity UNJ Perbesar

Depoknews.id – Rumah tangga yang kuat bukan hanya ditentukan oleh besarnya pendapatan, tetapi juga oleh kemampuan keluarga mengelola uang, membangun kebiasaan belajar, dan mengambil keputusan secara bijak. Pesan tersebut menjadi inti kegiatan PEKKA Cerdas Berdaya yang dilaksanakan Universitas Negeri Jakarta melalui Program Community Development EQUITY LPDP–UNJ di Aula Kelurahan Abadijaya, Kecamatan Sukmajaya, Kota Depok.

Kegiatan ini melibatkan 26 ibu-ibu PEKKA Depok–Abadijaya. Peserta merupakan perempuan yang memiliki tanggung jawab besar dalam keluarga. Sebagian menjalankan usaha mikro atau aktivitas ekonomi informal, sementara pada saat yang sama tetap berperan mengelola kebutuhan rumah tangga dan mendampingi pendidikan anak.

Dalam kondisi tersebut, persoalan ekonomi dan pendidikan tidak dapat dipisahkan. Sebagian keluarga masih menghadapi pencatatan keuangan yang belum rutin, uang keluarga dan uang usaha yang bercampur, serta perencanaan biaya pendidikan yang belum tertata. Di sisi lain, ibu-ibu juga membutuhkan strategi sederhana untuk mendampingi anak belajar di rumah, terutama ketika waktu dan sumber belajar yang tersedia terbatas.

Kegiatan diawali dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya dan sambutan dari Pelaksana Tugas Lurah Abadijaya, Suryadi, S.Pd., yang didampingi Kepala Seksi Kesejahteraan Masyarakat dan Pelayanan Kelurahan Abadijaya, Putri Floura, S.Pd. Seluruh anggota tim pengabdian hadir dan terlibat dalam pelaksanaan kegiatan, mulai dari penyampaian materi, pendampingan peserta, hingga koordinasi dengan mitra kelurahan.

Materi pertama disampaikan oleh Dr. Geoffrey Harvey Tanakinjal, Dekan Labuan Faculty of International Finance, Universiti Malaysia Sabah, dengan moderator Dr. Muhammad Yusuf. Dr. Geoffrey mengajak peserta untuk memulai ketahanan ekonomi dari langkah-langkah kecil yang realistis. Ia menekankan pentingnya penghematan, menabung sedikit demi sedikit, dan menggunakan tabungan sebagai modal usaha ketika sudah terkumpul.

Peserta juga diperkenalkan pada pentingnya buku kas keluarga dan catatan usaha sederhana. Dengan pencatatan yang teratur, ibu-ibu dapat melihat dengan jelas berapa pemasukan keluarga, pengeluaran rumah tangga, modal usaha, hasil penjualan, serta keuntungan yang diperoleh. Pemisahan catatan keluarga dan bisnis menjadi salah satu kunci agar usaha dapat tumbuh tanpa mengganggu kebutuhan sehari-hari.

Dr. Geoffrey mengingatkan bahwa utang tidak boleh menjadi kebiasaan yang membuat keluarga bergantung. Pinjaman harus digunakan secara hati-hati dan diarahkan pada kegiatan produktif, seperti modal usaha, bukan belanja konsumtif. Ia juga mengajak peserta memanfaatkan e-commerce dan media digital seperti WhatsApp Business, Shopee, dan TikTok Shop untuk menambah peluang pemasukan keluarga.

Materi tersebut kemudian memperoleh penguatan dari Dr. Mimi Nur Hajizah, M.Pd. yang membahas literasi numerasi untuk mendukung pendidikan anak di rumah. Dr. Mimi menjelaskan bahwa keterampilan berhitung dan berpikir logis tidak hanya penting bagi anak di sekolah, tetapi juga sangat dekat dengan pengelolaan kehidupan keluarga.

Saat ibu menghitung belanja, menentukan uang saku, membandingkan harga, merencanakan tabungan, atau menghitung keuntungan usaha, sebenarnya ibu sedang menggunakan konsep numerasi. Jika aktivitas tersebut dilakukan bersama anak, maka anak tidak hanya belajar matematika, tetapi juga belajar memahami nilai uang, membuat pilihan, hidup hemat, dan bertanggung jawab.

“Matematika akan terasa lebih mudah ketika dikaitkan dengan kehidupan sehari-hari. Ibu-ibu dapat mengajak anak belajar dari hal-hal yang nyata, seperti belanja, memasak, membaca jam, atau menabung,” jelas Dr. Mimi.

Kegiatan dilanjutkan dengan demonstrasi alat peraga matematika dan media belajar oleh Agus Agung Permana, S.Si., M.Pd.  Peserta diperlihatkan cara menggunakan alat bantu sederhana untuk menjelaskan konsep angka, operasi hitung, ukuran, serta pola kepada anak. Pendekatan menggunakan benda konkret dinilai membantu anak memahami matematika dengan cara yang lebih menyenangkan dan tidak menakutkan.

Ibu-ibu PEKKA tampak antusias karena materi yang diterima tidak berhenti pada konsep. Peserta memperoleh contoh praktik yang dapat langsung dibawa pulang: membuat catatan kas, menyusun anggaran, merencanakan biaya pendidikan, mengajak anak menghitung belanja, serta memakai alat peraga sederhana saat belajar bersama keluarga.

Kegiatan ini juga menghasilkan perangkat pendampingan, seperti modul pendidikan keluarga, toolkit manajemen keuangan dan usaha keluarga, buku kas, kartu pantau belajar keluarga, serta media belajar sederhana. Perangkat tersebut diharapkan membantu peserta menerapkan materi secara bertahap dalam kehidupan sehari-hari.

PEKKA Cerdas Berdaya mendukung SDG 1 Tanpa Kemiskinan melalui penguatan ketahanan ekonomi keluarga,  SDG 4 Pendidikan Berkualitas melalui penguatan peran keluarga dalam pendidikan anak, SDG 8 Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui pengembangan usaha mikro, serta SDG 10 Berkurangnya Kesenjangan melalui pemberdayaan perempuan kepala keluarga.

Melalui kegiatan ini, rumah tidak hanya dipandang sebagai tempat mengelola kebutuhan keluarga, tetapi juga sebagai ruang untuk membangun usaha, menanamkan kebiasaan belajar, dan menyiapkan masa depan anak secara lebih terarah.

Facebook Comments Box

Read More

Bantu Anak Belajar di Rumah, Dosen Matematika UNJ Latih Kader PKK Abadijaya Buat Alat Peraga Manipulatif

27 June 2026 - 06:29 WIB

Tingkatkan Literasi Digital Ibu, Dosen Ilkom UNJ Gelar Pelatihan Konten Matematika di Abadijaya

27 June 2026 - 06:23 WIB

Dosen Teknik UNJ Gelar Pelatihan Kesehatan Kulit bagi Kader PKK Abadijaya Depok

26 June 2026 - 05:29 WIB

PENGABDIAN KEPADA MASYARAKAT PERAN KOMUNIKASI INTERPERSONAL ORANG TUA DALAM MENINGKATKAN MOTIVASI BELAJAR SISWA DI YAYASAN BINA INSAN MANDIRI DEPOK

25 June 2026 - 08:08 WIB

Edukasi Untuk Mengenal Diri dan Emosi Pada Santri oleh Dosen Psikologi Universitas Gunadarma, Pengabdian Masyarakat di Pesantren Ibnussabil Tanjung Barat, Jakarta Selatan

24 June 2026 - 19:40 WIB

Trending on Pendidikan