DEPOK, depoknews.id— Tim Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta (UNJ) bekerja sama dengan Depok Kreatif Preneur menyelenggarakan kegiatan bertajuk “Pemberdayaan Kewirausahaan Digital Berbasis Smartphone sebagai Strategi Penciptaan Lapangan Kerja dan Pertumbuhan Ekonomi” di UMKM Center, Kota Depok pada Sabtu, 25 Juli 2026.

Kegiatan ini diikuti oleh para pelaku usaha mikro yang tergabung dalam Depok Kreatif Preneur. Komunitas yang dipimpin oleh Ade Sri Mulyani tersebut memiliki 32 anggota dengan beragam jenis usaha, antara lain kuliner rumahan, fesyen, kerajinan, jasa kreatif, dan usaha berbasis keterampilan. Program diarahkan untuk membantu peserta memperbaiki pengelolaan keuangan, menyusun laporan keuangan sederhana menggunakan smartphone, serta memperkuat strategi pemasaran digital.
Acara dibuka oleh pembawa acara dan dilanjutkan dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya. Sambutan pertama disampaikan oleh Dr. Mimi Nur Hajizah, M.Pd., selaku Tim Pelaksana Pengabdian kepada Masyarakat UNJ. Dalam sambutannya, ia menegaskan bahwa pendampingan UMKM tidak cukup hanya dilakukan melalui pelatihan satu arah, tetapi perlu dilanjutkan dengan praktik, evaluasi, dan pendampingan agar pengetahuan yang diperoleh benar-benar diterapkan dalam kegiatan usaha sehari-hari. Sambutan berikutnya disampaikan oleh Dina Ratna Kartika, S.H., M.AP., Kepala Bidang Pengembangan Usaha Mikro pada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) Kota Depok. Kehadiran DKUM Kota Depok memperkuat sinergi antara pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan komunitas pelaku usaha dalam mendukung pengembangan UMKM yang lebih tertib, adaptif, dan berdaya saing.
Program pelatihan menghadirkan tiga narasumber dengan materi yang disusun secara berurutan, mulai dari pemahaman dasar pengelolaan keuangan, praktik pencatatan digital, hingga penguatan pemasaran.
Materi pertama disampaikan oleh Prof. Dr. Gatot Nazir Ahmad, M.Si. dengan tema “UMKM Naik Kelas melalui Pengelolaan Keuangan: Urgensi, Permasalahan Umum, dan Strategi Perbaikan Usaha.” Materi ini membahas berbagai persoalan keuangan yang umum terjadi pada UMKM, seperti bercampurnya keuangan usaha dan rumah tangga, tidak adanya pencatatan transaksi yang berkelanjutan, kesulitan menghitung biaya dan laba, serta pengambilan keputusan usaha yang masih mengandalkan perkiraan.
Pengelolaan keuangan diposisikan sebagai fondasi utama agar UMKM dapat mengetahui kondisi usahanya secara objektif. Melalui catatan yang tertib, pelaku usaha dapat mengevaluasi omzet, biaya, arus kas, modal kerja, dan tingkat keuntungan. Data tersebut juga menjadi dasar untuk menentukan harga jual, menyusun target penjualan, mengendalikan biaya, dan merencanakan pengembangan usaha.
Materi kedua disampaikan oleh Dr. Muhammad Yusuf, M.M. dengan tema “Smartpreneur Berbasis Smartphone: Praktik Mudah Menyusun Laporan Keuangan UMKM dengan Smartpreneur Syariah.” Pada sesi ini, peserta memperoleh pendampingan teknis mengenai cara mencatat pemasukan dan pengeluaran, memisahkan transaksi usaha dengan transaksi pribadi, serta menyusun laporan keuangan sederhana menggunakan smartphone.
Pemanfaatan platform smartpreneursyariah.com menjadi bagian penting dalam pelatihan. Platform tersebut dirancang untuk membantu pelaku UMKM mencatat transaksi, memantau arus kas, mengetahui laba-rugi, merencanakan target usaha, serta memperoleh informasi keuangan yang dapat digunakan dalam pengambilan keputusan. Teknologi ini dikembangkan agar mudah diakses melalui telepon pintar tanpa mengharuskan pelaku usaha memiliki perangkat komputer atau kemampuan akuntansi yang kompleks.
Peserta juga diberikan pemahaman bahwa pencatatan keuangan tidak hanya berkaitan dengan kewajiban administrasi dan perpajakan. Laporan keuangan yang baik dapat meningkatkan kredibilitas usaha, membantu proses pengajuan pembiayaan, memudahkan evaluasi kinerja, serta memperkuat kesiapan UMKM dalam memperluas skala usahanya.
Materi ketiga disampaikan oleh Said Maulana, S.Tr., CT., CDM. dengan tema “Digital Marketing untuk UMKM: Membangun Brand, Memperluas Pasar, dan Meningkatkan Penjualan.” Materi ini membahas pemanfaatan media sosial, WhatsApp Business, marketplace, foto produk, penyusunan deskripsi produk, pembuatan konten, dan strategi membangun identitas merek.
Peserta diajak memahami bahwa pemasaran digital tidak hanya berarti mengunggah foto produk. Pelaku usaha perlu mengetahui target konsumennya, memiliki keunggulan produk yang jelas, membangun tampilan merek yang konsisten, serta mengevaluasi kinerja pemasaran berdasarkan jangkauan, interaksi, pertanyaan pelanggan, dan transaksi yang dihasilkan.
Ketiga materi tersebut membentuk alur pemberdayaan yang terpadu. Peserta terlebih dahulu memahami pentingnya pengelolaan keuangan, kemudian mempraktikkan pencatatan dan penyusunan laporan melalui smartphone, lalu memanfaatkan informasi usaha tersebut untuk merencanakan pemasaran dan pertumbuhan penjualan.
Kegiatan ini mendukung SDG 8 tentang Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi melalui penguatan usaha produktif, peningkatan pendapatan, dan perluasan peluang kerja. Program juga berkontribusi terhadap SDG 9 tentang Industri, Inovasi, dan Infrastruktur melalui penerapan teknologi digital yang mudah digunakan oleh pelaku usaha mikro.
Melalui kolaborasi ini, UNJ dan Depok Kreatif Preneur berharap para pelaku UMKM tidak hanya mampu bertahan, tetapi juga berkembang menjadi usaha yang tertib keuangan, adaptif terhadap teknologi, memiliki jangkauan pasar lebih luas, dan siap menciptakan peluang kerja baru di lingkungan masyarakat.
Kegiatan ditutup dengan refleksi materi, diskusi bersama peserta, dokumentasi, dan komitmen untuk menerapkan pencatatan keuangan serta pemasaran digital secara berkelanjutan.






