Depoknews.id – Sebanyak 20 guru matematika SMP dari berbagai sekolah di Kota Depok mengikuti kegiatan “Pelatihan Pengembangan Pembelajaran Matematika Berbasis STEM bagi Guru SMP di Kota Depok untuk Mendukung SDG 4” pada Sabtu, 1 Agustus 2026, di SMP Negeri 2 Depok. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Negeri Jakarta ini dilaksanakan bekerja sama dengan Dinas Pendidikan Kota Depok.
Kegiatan diketuai oleh Dr. Mimi Nur Hajizah, M.Pd., dengan anggota tim dosen yang terdiri atas Dwi Antari Wijayanti, M.Pd.; Aris Hadiyan Wijaksana, M.Pd.; Nurashri Partasiwi, S.Si., M.Pd.; Dr. Meiliasari, M.Sc.; dan Lenny Dhianti Haeruman, M.Pd. Tim juga melibatkan mahasiswa S1 Pendidikan Matematika UNJ, Annisa Fitri Ramadhani dan Melyyanah.
Pelatihan difokuskan pada peningkatan kemampuan guru dalam merancang pembelajaran matematika yang mengintegrasikan unsur Science, Technology, Engineering, and Mathematics (STEM). Melalui pendekatan tersebut, matematika tidak hanya diajarkan sebagai kumpulan rumus dan prosedur perhitungan, tetapi dimanfaatkan untuk memahami persoalan nyata, merancang alternatif penyelesaian, melakukan pengukuran dan perhitungan, menguji hasil, serta memperbaiki rancangan berdasarkan data.
Dr. Mimi Nur Hajizah, M.Pd., selaku ketua pelaksana sekaligus narasumber utama, menyampaikan konsep dasar dan karakteristik pembelajaran matematika berbasis STEM. Setelah memperoleh penguatan konseptual, para guru mengikuti sesi analisis contoh pembelajaran STEM. Kegiatan kemudian dilanjutkan dengan praktik penyusunan rancangan pembelajaran matematika berbasis STEM. Para peserta bekerja secara berkelompok untuk memilih materi matematika SMP, menentukan masalah kontekstual, merumuskan tujuan pembelajaran, serta memetakan keterkaitan unsur sains, teknologi, rekayasa, dan matematika.
Dalam sesi praktik, anggota tim pengabdian mendampingi peserta sesuai bidang kompetensinya. Pendampingan mencakup penyusunan masalah kontekstual, penguatan konsep matematika, pemilihan media dan teknologi pembelajaran, pengembangan lembar kerja peserta didik, serta penyusunan asesmen. Mahasiswa yang terlibat membantu pelaksanaan teknis, pengumpulan data, dokumentasi, dan pendampingan kelompok peserta. Para guru selanjutnya menyusun tahapan pembelajaran yang meliputi identifikasi masalah, pengumpulan informasi, pengembangan alternatif solusi, pembuatan rancangan atau produk, pengujian dan perbaikan, serta presentasi dan refleksi. Peserta juga didampingi menyusun asesmen yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, dan sikap.
Pelatihan dirancang secara interaktif agar guru tidak hanya memahami STEM secara teoritis, tetapi juga menghasilkan rancangan pembelajaran yang dapat disempurnakan dan diterapkan di sekolah masing-masing. Pada akhir sesi, peserta melakukan refleksi mengenai pemahaman yang diperoleh, kemungkinan kendala implementasi, dukungan yang diperlukan dari sekolah, dan rencana tindak lanjut setelah pelatihan.
Dr. Mimi Nur Hajizah menyampaikan bahwa keberhasilan program tidak hanya diukur dari terselenggaranya pelatihan, tetapi dari kemampuan guru untuk menerapkan dan mengembangkan pembelajaran matematika berbasis STEM secara berkelanjutan. Perangkat yang telah disusun diharapkan dapat diuji di kelas, dievaluasi, diperbaiki, didokumentasikan, dan dibagikan melalui komunitas belajar maupun forum guru matematika.
Melalui kegiatan ini, Universitas Negeri Jakarta bersama Dinas Pendidikan Kota Depok berupaya memperkuat kompetensi guru sebagai penggerak peningkatan mutu pembelajaran. Penerapan pembelajaran matematika berbasis STEM diharapkan dapat menciptakan pengalaman belajar yang lebih aktif, kontekstual, inklusif, dan relevan dengan kebutuhan peserta didik, sekaligus mendukung pencapaian SDG 4 tentang pendidikan berkualitas.






