DepokNews – Kesadaran masyarakat untuk memilah sampah dari rumah terus meningkat. Namun, keberhasilan sebuah bank sampah tidak hanya ditentukan oleh banyaknya warga yang menabung sampah, melainkan juga oleh kemampuan pengurus dalam mengelola administrasi, keuangan, dan operasional secara tertib. Tanpa sistem yang baik, bank sampah akan sulit berkembang meskipun memiliki partisipasi masyarakat yang tinggi.
Melihat kondisi tersebut, tim dosen Universitas Gunadarma melaksanakan program pendampingan bagi Bank Sampah RT 11 RW 18 Sukatani, Kecamatan Tapos, Kota Depok, melalui kegiatan Sosialisasi Manajemen dan Pembukuan Bank Sampah yang berlangsung pada Sabtu (11/7/2026).Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026. Program tersebut mengangkat tema Implementasi Sistem Pembukuan Digital dan SOP Operasional untuk Meningkatkan Transparansi Tata Kelola Bank Sampah RT 11 RW 18 Sukatani Permai.
Pendampingan ini berangkat dari hasil identifikasi tim terhadap kondisi Bank Sampah RT 11 RW 18 Sukatani. Selama ini, pencatatan transaksi, data nasabah, hingga laporan keuangan masih dilakukan secara manual sehingga rentan terjadi kesalahan administrasi. Selain itu, belum adanya Standar Operasional Prosedur (SOP) membuat alur kerja pengurus belum memiliki pedoman yang seragam. Akibatnya, proses pelayanan dan pengelolaan bank sampah belum dapat berjalan secara optimal.
Kegiatan tersebut dihadiri oleh Ketua RW 18 Nurali, Ketua RT 11 Anwar Djunaidi, Ketua RT 12 Bambang Supolo, Ketua Bank Sampah RT 11 Suryani, pengurus bank sampah, para nasabah, serta masyarakat sekitar. Kehadiran seluruh unsur masyarakat menjadi bukti bahwa pengembangan bank sampah merupakan tanggung jawab bersama yang membutuhkan kolaborasi berbagai pihak.
Ketua Panitia Kegiatan, Elbi Wiseno, S.T., M.T., dalam sambutannya menegaskan bahwa bank sampah saat ini tidak cukup hanya mengandalkan semangat gotong royong. Agar mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat, diperlukan tata kelola organisasi yang baik, administrasi yang tertib, serta sistem kerja yang jelas sehingga seluruh pengurus memiliki pedoman yang sama dalam menjalankan kegiatan operasional.
Sebagai bentuk dukungan terhadap peningkatan kualitas pelayanan, tim pengabdian dengan Ketua Lasminiasih, SE., MM juga menyerahkan bantuan berupa timbangan digital kepada pengurus Bank Sampah RT 11 RW 18 Sukatani. Peralatan tersebut diharapkan dapat meningkatkan akurasi proses penimbangan sekaligus mempercepat pelayanan kepada para nasabah.
Pada sesi utama, peserta memperoleh materi mengenai penguatan tata kelola bank sampah dari tiga narasumber. Dr. Rooswhan Budhi menjelaskan pentingnya penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) sebagai dasar dalam setiap proses pengelolaan bank sampah, mulai dari penerimaan sampah, penimbangan, pencatatan transaksi, pemilahan, hingga penjualan kepada pengepul. Menurutnya, SOP menjadi kunci agar pelayanan berjalan lebih konsisten, efektif, dan akuntabel.
Materi berikutnya disampaikan oleh Daman Sutiawan dari komunitas Sumpah Sampah yang memperkenalkan berbagai inovasi pengolahan sampah plastik menjadi produk bernilai ekonomi. Peserta tidak hanya mendapatkan penjelasan mengenai konsep ekonomi sirkular, tetapi juga melihat secara langsung berbagai produk hasil daur ulang, seperti gantungan kunci dari tutup galon bekas hingga paving block berbahan plastik daur ulang. Sementara itu, Dr. Fitrianingsih memperkenalkan sistem pembukuan digital yang akan diterapkan di Bank Sampah RT 11 RW 18 Sukatani. Melalui sistem tersebut, proses administrasi diharapkan menjadi lebih mudah, cepat, dan transparan. Pengurus dapat melakukan pencatatan transaksi secara digital, mengelola data nasabah, serta menyusun laporan dengan lebih rapi. Di sisi lain, nasabah juga dapat memantau saldo tabungan dan riwayat transaksi secara lebih praktis.
Suasana kegiatan berlangsung hangat dan interaktif. Berbagai pertanyaan dari peserta menunjukkan tingginya antusiasme masyarakat untuk terus mengembangkan bank sampah di lingkungannya. Diskusi tidak hanya membahas pengelolaan administrasi, tetapi juga peluang meningkatkan nilai ekonomi sampah melalui inovasi dan pengolahan yang lebih baik.
Melalui program ini, Universitas Gunadarma berharap Bank Sampah RT 11 RW 18 Sukatani dapat menjadi contoh pengelolaan bank sampah berbasis masyarakat yang menerapkan tata kelola organisasi secara profesional, didukung SOP yang jelas serta sistem pembukuan digital yang transparan. Ke depan, sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah, komunitas, dan masyarakat diharapkan mampu memperkuat gerakan pengelolaan sampah berbasis masyarakat sekaligus mendorong terciptanya lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.
Kegiatan ini merupakan bagian dari Program Pengabdian kepada Masyarakat Skema Pemberdayaan Berbasis Masyarakat pada ruang lingkup Pemberdayaan Kemitraan Masyarakat (PKM) yang didanai oleh Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) Tahun Anggaran 2026






