Dalam rangka menjaring dan menampung aspirasi konstituen serta melaksanakan fungsi pengawasan, aleg PKS Depok Dapil Tapos dan Cilodong Qurtifa Wijaya mengadakan reses di wilayah Kelurahan Sukatani dan Cilangkap Kecamatan Tapos serta Kelurahan Sukamaju Kecamatan Cilodong, Senin – Rabu (8 – 10 November 2021).

Reses hari pertama dilaksanakan berupa kunjungan ke rumah warga di wilayah RT 012 RW 018 Kelurahan Sukatani, Kecamatan Tapos. Hadir dalam kegiatan reses ini:Ketua RW 018 Iwan S, Ketua RT 012 Bambang S, dan beberapa warga RT 012 RW 018. Reses dilaksankan dengan menerapkan protokol kesehatan.

Kegiatan reses dilakukan dalam bentuk penyampaian informasi, dialog serta menyerap aspirasi dari pihak RW, RT, dan warga yang hadir.
Aspirasi yang disampaikan di antaranya perbaikan jembatan yang rubuh yang membahayakan lalulintas di salah satu jalan utama di lingkungan RW 018, lanjutan betonisasi Jalan Semangka 5, turab tebing di RT 012 RW 018, perbaikan lapangan olahraga, dan pembuatan Kartu Identitas Anak (KIA).

Sama dengan hari pertama, reses hari kedua dilaksanakan berupa kunjungan ke warga. Kunjungan kali ini ke wilayah RT 001 – 006 RW 010 Kelurahan Sukamaju, Kecamatan Cilodong. Hadir dalam acara reses aleg senior PKS Depok tersebut, antara lain Ketua RW 010 M. Isnaeni, Ketua LPM Kelurahan Sukamaju Kusmawan, dan para ketua RT se-RW 010.

Banyak aspirasi yang disampaikan peserta reses terkait beberapa hal. Permohonan yang diajukan kepada pak Quri, sapaan akrab Qurtifa Wijaya, yaitu permohona bantuan pengadaan lahan posyandu dan sarana prasarana posyandu, perbaikan saluran air di RT 005 dan RT 006, bantuan alat marawis dan sound system, renovasi/perluasan Masjid Baiturrahman, pengadaan pelatihan keterampilan untuk remaja, pelatihan penanganan kebakaran, dan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga.

Reses hari ketiga dilaksanakan berupa kunjungan ke warga di wilayah Perumahan Laguna I Kelurahan Cilangkap, Kecamatan Tapos. Hadir dalam kegiatan reses ini pimpinan dan anggota komunitas ojek online (ojol) SOTER. Aspirasi yang disampaikan para pengemudi ojol tersebut, antara lain permohonan pengurusan pengadaan shelter untuk ojol di Terminal Jatijajar, permohonan bantuan sarana prasarana kesekretariatan SOTER, dan bantuan pembuatan Kartu Indonesia Sehat (KIS) untuk anggota SOTER.