DepokNews–Jakarta- Senin 28 November 2022. Dalam rangka pelaksanaan tugas akhir mata kuliah Pendidikan Bela Negara (PBN), salah satu mata kuliah wajib universitas (MKWU) di UPNVJ, mahasiswa program studi S1 Manajemen 2022 FEB UPN Veteran Jakarta Kelas A tahun ajaran 2022/2023 menyelenggarakan webinar tentang Bahaya Pinjaman Online Bagi Generasi Z. Dibawah bimbingan Dr Wahidah R. Bulan, M.Si selaku dosen pengampu mata kuliah dan sekaligus pengarah kegiatan, webinar mengambil tema: Pencegahan Gaya Hidup Mewah Berujung Gadai Nyawa. Dilaksanakan bekerjasama dengan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) FEB UPNVJ yang diketuai oleh Muhammad Farhan Gozali, pembicara kegiatan adalah Dr Alfatih S. Manggabarani, SE., M. Si yang merupakan dosen FEB UPNVJ. Acara dilaksanakan mulai pukul 09.00 WIB hingga 11.00 WIB secara virtual. Adapun tujuan kegiatan adalah untuk:

1. Memperluas wawasan mahasiswa yang umumnya generasi Z tentang informasi detil mengenai pinjaman online termasuk tentang bahaya pinjaman online baik untuk jangka pendek maupun jangka panjang.

2. Mengarahkan mahasiswa untuk tidak terjebak dengan gaya hidup konsumtif dan hedonis, dengan membiasakan diri untuk merasa cukup dan secure dengan apa yang dimiliki dan tidak mudah tergoda dengan aneka bujuk rayu pinjaman online

3. Sebagai kontribusi untuk menyiapkan generasi Z menjadi generasi mendatang tanpa hutang, mengingat kegiatan juga dimaksudkan sebagai bentuk kepedulian sosial mahasiswa UPNVJ melalui pelaksanaan proyek Bela Negara kepada sesama generasi Z.

Di Optik sejahtera Anak Yatim Depok Gratis Kacamata Minus info lengkap wa.me/6289672624114

Dalam sambutannya Dr. Wahidah R. Bulan, M.Si menjelaskan, generasi Z dipilih sebagai sasaran karena sebagai digital native mereka sangat rentan terpapar berbagai informasi negatif dari media sosial, termasuk tentang pinjol. Kegiatan dimaksudkan untuk meningkatkan literasi dasar mahasiswa, dalam hal ini literasi finasial atau literasi keuangan, mengingat literasi keuangan jarang diperbincangkan karena kita terlalu fokus pada literasi baca tulis dan berhitung. “Kita cenderung lupa bahwa ada enam literasi dasar yang perlu dikuasai SDM di abad 21 ini, yang salah satunya adalah literasi keuangan.” Banyaknya korban pinjol menurutnya terjadi karena literasi keuangan masyarakat cenderung rendah. Masyarakat belum cukup teredukasi untuk memahami bagaimana mengelola keuangan secara arif dan bertanggung-jawab, termasuk bagaimana berinteraksi dengan pihak-pihak pengelola keuangan digital secara benar dan bebas dari berbagai ekses negatif. Ekses dimaksud dalam praktek  bahkan sudah menyebabkan banyak korban jiwa, yang terpaksa mengakhiri hidup sebagai jalan pintas karena tidak tahu dan tidak mampu keluar dari jerat hutang pinjol. 

Sementara itu dalam paparannya Dr Alfatih S. Manggabarani, SE., M. Si selaku nara sumber mengatakan perlunya berhati-hati terhadap fintech Peer-To-Peer Lending terutama yang illegal. Hal itu karena keuangan dari bisnis pinjol dapat digunakan oleh pengelolanya untuk aneka transaksi haram seperti pencucian uang (money laundering) bahkan untuk pendanaan terorisme.  Transaksi dengan pinjol illegal juga sangat rawan bagi terjadinya penyalahgunaan data dan informasi pribadi karena tidak ada perlindungan terhadap pengguna. Selain bahwa pinjol juga menyebabkan hilangnya potensi penerimaan pajak bagi pemerintah karena mereka beroperasi secara illegal (tidak membayar pajak). Al Fatih mendorong peserta webinar yang diikuti 130 orang dari berbagai kampus tersebut (selain UPNVJ juga terdapat mahasiswa dari UIN Jakarta, UI, Gunadharma, bahkan dari Univ. Brawijaya, Universitas Negeri Jakarga, dan UGM serta Universitas Lampung), untuk segera melapor ke polisi jika menjadi korban pinjol dan berani speak up dan tidak mencoba menyelesaikannya sendirian mengingat kekuatan mereka yang besar dan cenderung disertai tindakan kekerasan seperti pemerasan hingga pemukulan.

Peserta sangat antusian mengikuti acara yang juga diisi dengan aneka kuis dan games serta pemberian hadiah, karena diskusi tentang pinjol menurut mereka masih sangat terbatas sementara mereka sering dihadapkan pada aneka tawaran dari pinjol yang kadang-kadang disertai tawaran yang sangat menggiurkan. Hal itu juga yang menurut mereka dialami oleh teman-teman mereka di IPB, sehingga lebih dari 300 orang terkena jerat pinjol. Karena isu yang dianggap penting itu pula kegiatan didukung oleh BEM FEB UPNVJ, dengan harapan dimasa-masa yang akan datang dapat dilaksanakan kegiatan serupa dengan mengambil tema-tema lain bertajuk literasi finansial.

Previous articleFarida Rachmayanti Minta Pemilihan LPM Depok Libatkan Tokoh di Masyarakat
Next articleLuncurkan PENTAHELIX SIGAP SEHATI, FIKES UPN “Veteran” Jakarta Gandeng RS Bhayangkara Brimob Gelar Pelatihan Kesehatan Terintegrasi Kader Posyandu Tugu