Oleh : Ketua Fraksi PKS DPRD Depok – H. Moh. Hafid Nasir, Dipl. Ing.

Manusia adalah tempatnya salah dan lupa (al-insan mahallul khatha’u wan nisyan). Pepatah Arab ini tepat sekali menggambarkan kondisi manusia yang memiliki kekurangan dan keterbatasan. Konsekuensinya, tidak ada manusia yang tidak mempunyai dosa akibat melakukan perbuatan melanggar aturan agama dan Tuhannya. Ada yang berbuat dosa kecil, dosa besar, dan ada juga yang melakukan keduanya. Ada yang melakukan perbuatan dosa secara sengaja dan ada pula yang secara tidak sengaja.

Namun, Allah Subhanahu wata’ala adalah Tuhan Yang Maha Pemaaf (Al-‘Afuwwu) dan Maha Pengampun (Al-Ghafur). Keduanya merupakan bagian dari Asmaul Husna (nama-nama Allah yang baik). Al-‘Afuwwu artinya Allah Maha Pemaaf. Dia menghapus catatan keburukan seorang hamba sehingga ia tidak dibalas dan disiksa. Al-Ghafur secara sederhana bermakna bahwa Allah SWT merupakan Dzat Yang Maha Pengampun kepada hambaNya. Allah SWT juga menutupi dosa hamba-Nya dan memberikan ampunan kepada siapa saja yang memohon dengan bersungguh-sungguh (taubat).

Salah satu cara hamba memohon ampun kepada Tuhannya atas segala dosa yang telah diperbuat adalah dengan istighfar. Istighfar merupakan ungkapan rasa penyesalan dan permohonan ampun seorang hamba kepada Allah SWT. Terlebih lagi di bulan Ramadhan, umat Islam dianjurkan untuk banyak memohon ampun (istighfar) kepada Allah SWT. Sebab saat bulan Ramadhan, Allah akan mengampuni dosa-dosa hamba-Nya yang mau bertaubat dan memohon ampun. Inilah mengapa sebaiknya kita harus memperbanyak membaca istighfar setiap hari, terutama di bulan Ramadhan.

Rasulullah SAW yang sudah mendapat jaminan sebagai orang suci dan ahli surga pun masih terus beristighfar sebanyak 100 kali dalam sehari. Lalu, bagaimana dengan kita sebagai manusia biasa yang sudah pasti berlumuran dosa? Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

يَا أَيُّهَا النَّاسُ تُوبُوا إِلَى اللَّهِ فَإِنِّى أَتُوبُ فِى الْيَوْمِ إِلَيْهِ مِائَةَ مَرَّةٍ
“Wahai sekalian manusia. Taubatlah (beristigfar) kepada Allah karena aku selalu bertaubat kepada-Nya dalam sehari sebanyak 100 kali.” (HR. Muslim)

Beliau shallallahu ‘alaihi wa sallam juga bersabda:

وَاللَّهِ إِنِّى لأَسْتَغْفِرُ اللَّهَ وَأَتُوبُ إِلَيْهِ فِى الْيَوْمِ أَكْثَرَ مِنْ سَبْعِينَ مَرَّةً
“Demi Allah. Sungguh aku selalu beristighfar dan bertaubat kepada Allah dalam sehari lebih dari 70 kali.” (HR. Bukhari)

Manfaat istighfar di bulan Ramadhan di antaranya adalah memberikan kebahagiaan dan ketenangan dalam menjalankan ibadah kepada Allah SWT. Selain itu, masih banyak manfaat lainnya untuk menguatkan hati dan iman, yaitu:

1. Menenangkan Hati yang Sedih

Manfaat istighfar di bulan Ramadhan yang pertama adalah bahwa Allah akan memberikan jalan keluar di setiap kesedihan. Dengan beristighfar, hati seseorang akan merasa lebih tenang dan tentram. Insyaa Allah segala kesedihannya (karena dosa-dosa) akan dihilangkan oleh Allah SWT. Sebagaimana firman-Nya dalam Surat Huud ayat 3:

“Dan hendaklah kamu meminta ampun kepada Tuhanmu dan bertaubat kepada-Nya. (Jika kamu mengerjakan yang demikian), niscaya Dia akan memberi kenikmatan yang baik (terus menerus) kepadamu sampai kepada waktu yang telah ditentukan dan Dia akan memberikan kepada tiap-tiap orang yang mempunyai keutamaan (balasan) keutamaannya. Jika kamu berpaling, maka sesungguhnya aku takut kamu akan ditimpa siksa hari kiamat.”

2. Melancarkan Rezeki dari Arah Tak Terduga

Tak hanya melancarkan rezeki, orang yang rajin beristighfar akan dilapangkan hatinya oleh Allah dan diberi jalan keluar setiap kesedihan. Rasulullah Saw bersabda: “ Barangsiapa memperbanyak istighfar (mohon ampun kepada Allah), niscaya Allah memberikan jalan keluar untuk setiap kesedihannya, dan untuk setiap kesempitannya diberi kelapangan, dan Allah akan memberinya rezeki (yang halal) dari arah yang tiada disangka-sangka.” (HR. Abu Dawud)

3. Melapangkan Hati di Kala Sulit

Manfaat istighfar di bulan Ramadhan lainnya adalah bahwa Allah akan mengganti kesempitan dengan kelapangan. Berisitighfar sama dengan bertaubat. Ketika seseorang bertaubat, maka hal itu akan mendekatkannya dengan Tuhannya. Seseorang yang selalu membersihkan jiwanya dari dosa-dosa, ia akan senantiasa diberikan kelapangan dan kemudahan dalam hidup. Firman Allah SWT: “ Kecuali orang-orang yang bertaubat, beriman dan mengerjakan amal saleh; maka kejahatan mereka akan diganti Allah dengan kebajikan. Dan adalah Allah maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Furqan: 70)

4. Menentramkan Jiwa yang Diliputi Rasa Khawatir

Khawatir yang berlebihan bisa muncul karena godaan setan. Kita perlu mengendalikan perasaan khawatir dan suudzon dengan memperbanyak membaca istighfar. Hati yang sadar terganggu setiap kali melakukan dosa akan juga akan merasakan kecemasan. Bila sudah seperti ini, maka perbanyaklah istighfar. Dengan istighfar dan meminta pengampunan untuk memperbaiki kesalahan, dapat membuat hati menjadi lebih tenang.

Dalam sebuah riwayat hadis, disebutkan bahwa Rasulullah SAW sering mengucapkan istighfar. Bahkan beliau istighfar setidaknya tujuh puluh kali dalam sehari. Abdullah bin Amr meriwayatkan dari Abu Bakar As-Siddiq bahwa ia berkata: ” Wahai Rasulullah, ajari aku permohonan yang bisa aku doakan dalam sholat.” Rasulullah Saw berkata: ” Katakan: ‘Ya Allah, aku telah banyak berbuat salah pada diriku, dan tidak ada yang mengampuni dosa kecuali Engkau. Jadi maafkan aku dengan pengampunan dari-Mu, dan kasihani lah aku, sesungguhnya, Engkaulah Maha Pengampun, Maha Penyayang.”

5. Semakin Dekat dengan Allah Subhanahu wata’ala

Memperbanyak istighfar di bulan ramadhan akan menjadi cara yang baik untuk mendekatkan diri kepada Allah. Mengingat semakin banyak bertaubat, hati seseorang semakin bersih dan merasa dekat dengan Allah. Selain itu, Allah sangat menyukai hamba-hamba-Nya yang memohon atas segala kesalahannya, Semakin sering beristighfar, semakin dekat pula hatinya dengan Tuhannya.

6. Selalu Berbuat Kebaikan

Manfaat istighfar juga bisa menjadikan seseorang selalu berbuat kebaikna. Hal ini karena hatinya bersih, dan sadar bahwa melakukan kejahatan adalah dosa besar yang menodai hati dan jiwanya. Dengan beristighfar seseorang akan senantiasa berusaha menjalankan kebaikan dalam kebaikan. Rasulullah Saw bersabda: ” Allah Yang Maha Besar, telah berkata: ‘Wahai putra Adam, aku memaafkanmu selama kamu berdoa kepada-Ku dan berharap untuk pengampunan-Ku, dosa apa pun yang telah kamu lakukan. Wahai putra Adam, aku tidak peduli jika dosamu mencapai puncak langit, maka kamu memohon pengampunanku, aku akan memaafkanmu.” (HR. Tirmidzi)

7. Menguatkan Hati Seseorang

Manfaat istighfar juga akan membuat seseorang semakin kuat dalam menjalani kehidupan. Kerasnya kehidupan dengan berbagai cobaan yang datang bertubi-tubi, seringkali membuat seseorang semakin lemah, dan sulit untuk bangkit. Bahkan fisik, jiwa dan imannya bisa juga turut melemah. Dengan memperbanyak membaca istighfar akan menjadikan seseorang lebih kuat menghadapi kehidupan. Memohon ampun kepada Allah saat gagal atau sedih akan membuat kita lebih ikhlas dan memberikan kekuatan yang luar biasa. Allah SWT berfirman:

وَيٰقَوْمِ اسْتَغْفِرُوْا رَبَّكُمْ ثُمَّ تُوْبُوْٓا اِلَيْهِ يُرْسِلِ السَّمَاۤءَ عَلَيْكُمْ مِّدْرَارًا وَّيَزِدْكُمْ قُوَّةً اِلٰى قُوَّتِكُمْ وَلَا تَتَوَلَّوْا مُجْرِمِيْنَ
Artinya: Dan (Hud berkata), “Wahai kaumku! Mohonlah ampunan kepada Tuhanmu lalu bertobatlah kepada-Nya, niscaya Dia menurunkan hujan yang sangat deras, Dia akan menambahkan kekuatan di atas kekuatanmu, dan janganlah kamu berpaling menjadi orang yang berdosa.” (QS Huud ayat 52)