DepokNews — Diduga akibat mengamuk dan merusak mobil operasional PLN dan mengancam warga di kawasan Kemiri Muka, Beji dengan busur panah. LF akhirnya berhasil diamankan Anggota Polres Metro Depok.

Kepala Satuan Reskrim Polres Metro Depok, Ajun Komisaris Besar Polisi, Yogen Heroes Baruno mengatakan sebelumnya LF sempat meneriakan takbir dan menyebut-nyebut nama Presiden RI Joko Widodo.

“Kita melihat ada dugaan kemungkinan gangguan kejiwaan maka kami kirim yang bersangkutan untuk menjalani tes observasi kejiwaan di Rumah Sakit Polri,” katanya kepada wartawan, kemarin.

Ia menjelaska pelaku kerap berbicara melantur dan berteriak tanpa alasan yang jelas. “Jadi memang saat diperiksa di kita jawaban-jawaban si pelaku itu nggak jelas, dan juga teriak-teriak di ruangan, makanya dugaan awal seperti itu (gangguan kejiwaan),” tuturnya.

Namun demikian, lanjut Yogen, pihaknya akan memastikan kondisi kejiwaan pelaku setelah 14 hari observasi. Ia juga mengatakan bahwa pihak PLN telah melaporkan kasus ini secara resmi.

“Kalau benar (gangguan jiwa) akan kita lepaskan, tapi kalau tidak akan kita lanjutkan dengan ancaman Pasal 406 KUHP tentang pengrusakan yang ancamannya 2 tahun penjara,” katanya.

Yogen Heroes Baruno mengungkapkan, kejadian itu bermula ketika pelaku masuk ke kontrakan PLN di kawasan Kemiri Muka, Beji Depok. Saat itu, pelaku meminta izin untuk numpang shalat dan dizinkan oleh saksi bernama Drian.

“Setelah shalat pelaku sempat mengobrol dengan saksi Drian dan saksi Benaso Daeli. Kemudian pelaku minta air putih dan diberikan oleh saksi. Selanjutnya pelaku minta izin merokok, dan diijinkan juga oleh saksi tersebut,” jelasnya.

Dengan kondisi pelaku saat ini, kata Yogen, pihaknya pun belum mengetahui secara pasti motif penyerangan tersebut. “Kayaknya sejauh ini motifnya nggak ada, hanya marah-marah dan nyerang nggak jelas,” pungkasnya.