DepokNews–Tim Program Kemitraan Masyarakat (PKM) Universitas Gunadarma menyelenggarakan kegiatan Pelatihan Penerapan E-Commerce untuk memperluas Pemasaran dan Penggunaan Aplikasi Kasir pada UMKM Dapur Ummu Yahya. Kegiatan ini diselenggarakan pada Rabu (24/8) diKampus J1 Universitas Gunadarama Kalimalang.

AnakiAnak Yatm Depok Full GRATIS Info Lengkap Pelayanan Optik Sejahtera Klik Disini

Tim PKM Universitas Gunadarma terdiri dari Dr. Lely Prananingrum, SKom., MMSI, Dr. Ir. Rina Sugiarti, MM dan Dr. Sri Kurniasih Agustin, SE., MM, dengan narasumber M. Fadhil Abidin. mahasiswa Jurusan Teknik Informatika UG angkatan 2019 dan SuciMay Iswandari, mahasiswa Jurusan Sistem Informasi UG angkatan 2019.

Dalam sambutannya Dr. Lely Prananingrum selaku Ketua Tim PKM menyelenggarakan kegiatan ini kepada Dapur Ummu Yahya. Sebagai pelaku usaha di bidang kuliner, Dapur Ummu Yahya merupakan bagian dari UMKM yang memiliki kontribusi atau peranan cukup besar dalam perekonomian nasional. UMKM memperluas kesempatan kerja dan penyerapantenaga kerja hingga 97 persen dari total tenaga kerja yang ada. Membentuk Produk Domestik Bruto (PDB) serta menyediakan jaring pengaman terutama bagi masyarakat berpendapatan rendahdan menengah untuk menjalankan kegiatan ekonomi produktif.

Pelatihan ini diadakan agar Pemiilik dan karyawan Dapur Ummu Yahya dapat mengetahui bagaimana pengunaan web sebagai sarana pemasaran produk UMKM sehingga akan memberikan ruang kesempatan kepada pelaku usaha ini dalam meningkatkan kapasitasnya, peningkatkan motivasi serta kepercayaan mengembangkan jejaring usaha, meningkatkan produktivitas, saling

promosi produk dan mandiri dalam menjalankan usahanya dengan menggunakan aplikasi kasir dengan mudah. Lely Prananingrum lalu menambahkan tentang keikutsertaan mahasiswa yaitu M Fadhil, Suci May Iswandari dan dalam rangka

program Merdeka Belajar Kampus Merdeka (MBKM) untuk hibah PKM. Para mahasiswa ini melakukan pembuatan web penjualan pada Dapur Ummu Yahya supaya dikenal masyarakat luas. Mereka juga membuat Aplikasi kasir secara komputerisasi sehingga tidak perlu menghitung penjualan dengan manual serta memberikan pendampingan dalampelatihan dengan membuatkan modulpelatihan untuk mengupdate produk homemade pada website dan mengoperasikan aplikasi kasir.

Pemilik Dapur Ummu Yahya, pasangan suami istri Dadan Risnawan dan Ary Asrini mengatakan, usaha mereka sudah dijalani sejak tahun 2015. Selama ini usaha mereka menerima pesanan aneka jajanan pasar, kue kering, bolu dan aneka roti. Namun begitu kadang kala juga menerima pesanan untuk rice bowl, nasi box dengan berbagai menu di antaranya ayam panggang dan geprek.

Pelanggan mereka selama ini hanya mengandalkan komunitas terdekat saja seperti teman, tetangga, rekan sesama orang tua murid di sekolah. Kalau ada pesanan yang banyak, kami berkolaborasi dengan teman yang bisa menyediakan produk yang dipesan pelanggan,” ujarnya. Ia juga sering bekerja sama dengan reseller yang mencarikan pelanggan untuk mereka. Selama ini produk mereka dikenal memiliki kualitas yangbagus dalam artian rasanya enak dengan harga terjangkau. Ia berharap, program ini bisa memperluas pemasaran yang akan meningkatkan omsetnya. Selain itu juga bisa membuat laporan keuangan yang lebih terkontrol dengan baik. “ Aplikasi yang ditawarkan cukup mudah juga untuk digunakan,” katanya.

Kendala yang dihadapi selama ini selain belum melakukan pengelolaan secara komputerisasi, juga seputar harga bahan baku yang tidak stabil. Sementara dalam melayani pesanan ia mengakui tidak selalu meminta uang muka. “Kami masih lihat-lihat orangnya dan juga jumlah yang dipesan,” katanya. Mereka mengaku, beberapa kali juga mengalami hal-hal yang mengecewakan. “Misalnya kue yang dipesan tidakdiambil. Kalau sudah begitu ya sudahkami bagi-bagikan saja kepada yang mau. Walau tidak jadi semoga menjadiberkah,” ujarnya.

Sementara itu M Fadhil Abidin dan Suci May Iswandhari dalam pelatihan ini juga menyediakan Manual Book agar mudah diingat pengguna. Fadil memperkenalkan Aplikasi Kasir Buku Kas, mulai cara menginstall dan membuat aplikasinya. Suci sendiri membuat aplikasi penjualan kue berbasis web pada Dapur Ummu Yahya. Aplikasi ini dibangun untuk memfasilitasipada admin dan user dalam mengelola dan memantau transaksi pada Dapur Ummu Yahya. Hal itu meliputi penjualan serta pencatatan data penjualan kue. Harapannya dapat membantu aktivitas penjualan pada Dapur Ummu Yahya.

Pada tanggal 22 September 2022 tim tersebut melakukan pendampingan dan pelatihan kembali untuk mengetahui apakah ada peningkatan dalam penggunaan aplikasi yang sudah diberikan pada mitra Dapur Ummu Yahya. Diawali dengan Pelatihan, lalu Bapak Dadan bersama istri ibu Ary melakukan penggunakan aplikasi tersebut, dilanjukan dengan memberikan perangkat dan testimony atas kegiatan ini. Bapak Dadan mengatakan dengan diadakan pendampingan serta pelatihan ini sangat membantu kami sebagai UMKM untuk memajukan usaha yang dijalankan, dengan adanya web dan penggunaan aplikasi kasir ini saya yakin akan ada peningkatan dari penjualan karena sebelumnya hanya dikenal masyarakat sekitar, sekarang sudah mulai dikenal oleh masyakat luas melalui www.dapurummuyahya.my.id.

Previous articleWakil Wali Kota Jelaskan Enam Program Quick Win Percepatan Depok Menuju Smart City
Next articleBerkah Maulid Nama Muhammad/Ahmad Makan Bakso Sepuasnya Bayar Setengahnya, Sandi Uno Berikan Pantun