Peringati Maulid Nabi 1448 H, PIN Al Bahrain Depok Ajak Jamaah Teladani Akhlak Rasulullah

Ketik minimal tiga huruf untuk mulai mencari.

Organisasi GENPRO (Global Entrepreneur Profesional) merupakan komunitas pengusaha profesional yang memiliki tujuan membangun peradaban dunia yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Dalam sejarahnya, GENPRO terdiri dari organisasi/komunitas/perkumpulan pengusaha baik pada skala mikro, kecil, menengah, hingga besar dengan omset yang beragam dari para anggotanya mulai dengan besaran puluhan juta hingga ratusan miliar, dan kini sedang berusaha mencetak agar omset yang didapatkan bisa mencapai angka triliun. GENPRO berdiri pada tahun 2016 di Jakarta Selatan, dengan Presiden nasional Ust. Iwan kurniawan atau lebih akrab disapa Abah Iwan, beliau yang menginisiasi hadirnya konsorsium baru di dunia bisnis. Organisasi GENPRO sendiri dapat dikatakan sebagai organisasi yang sudah tumbuh dengan besar dimana hal tersebut dapat dilihat dari hadirnya GENPRO yang tersebar pada lebih dari 200 kota dan kabupaten, serta berada di lebih dari 8 negara diantaranya Turkey, Qatar, Jerman, Prancis, Belanda, Kuwait, Malaysia, dan Singapura.
Pada penulisan kali ini kami melakukan wawancara kepada Presiden Chapter 3.0 GENPRO Depok yaitu Setiyo Sudiyono atau yang kerap disapa Mas Tiyo, beliau menyampaikan bahwa GENPRO selalu berusaha untuk mengevaluasi dan bercermin baik pada kepengurusan pusat dan kepengurusan sebelumnya dalam menjalankan pelaksanaanya, selain itu GENPRO juga senantiasa belajar untuk memberikan yang terbaik untuk kerja (kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas). Visi yang dibawa oleh GENPRO Depok ini adalah menjadi sebuah organisasi pengusaha yang kokoh, perkasa, dan kuat untuk melahirkan 500 entrepreneur muslim sebagai penyokong peradaban dunia. Untuk skala Depok saat ini telah mencapai 300 entrepreneur. GENPRO sendiri masih berusaha dan optimis untuk mencapai 500 entrepreneur dengan melakukan jaringan dengan wirausaha lainnya. Selanjutnya misi yang dibawa oleh GENPRO itu sendiri adalah memberikan kesempatan dengan melakukan pemberdayaan bagi pengusaha muslim untuk melakukan perubahan yang positif, produktif, dan juga proaktif. Berdasarkan pernyataan dari Mas Tiyo, beliau mengatakan pada periode kali ini GENPRO Depok membawa suatu value yaitu bersama menguatkan, melayani, dan menyejahterakan. Secara keseluruhan juga GENPRO ini sebagai sarana berbagi untuk para anggota untuk tetap dapat berkembang dalam melakukan usahanya.
Secara umum, GENPRO chapter Depok memiliki beberapa aktor serta peranan dimana seluruhnya memiliki peran penting sesuai bidangnya masing-masing. Adapun struktur organisasi GENPRO yang terbagi menjadi tim Badan Pengurus Harian (BPH) dan tim koordinasi per divisi. Untuk tim inti BPH terdiri dari Mas Tiyo sendiri yang menjadi Presiden Chapter (Presca), Sekum (Sekretaris Umum), Asekum (Asisten Sekretaris Umum), Bendum (Bendahara Umum) dan Asbendum (Asisten Bendahara Umum). Sementara itu, untuk tim koordinasi per divisi terdiri dari:
Bagaimana memberdayakan manusia, dimana manusia dapat menjadi aset jika dapat menempatkan orang yang tepat.
Pengembangan komunitas berjejaring dengan banyak komunitas lain, berusaha untuk mencapai simbiosis mutualisme, kolaborasi yang efektif, serta kontributif.
Genpro Depok memiliki sub-chapter, memiliki fungsi berjejaring menguatkan dari level kota, kecamatan, dan kelurahan.
Bukan hanya membantu suami maupun keluarga pada bidang ekonomi namun juga memiliki semangat Khadijah Islam.
Memiliki anggota dengan umur kisaran dibawah 35 tahun bahkan ada yang dibentuk semenjak lulus SMK → adanya magang bisnis
Memiliki peran mempublish berbagai kegiatan yang ada di genpro, kisah para pengusaha sukses dan semangat-semangatnya → memberikan energi yang positif.
Memiliki dalam proses marketing pemasaran
Dibangun saat adanya pandemi Covid-19 yang terdiri dalam bentuk
Revolusi Industri 4.0 terjadi pada sekitar tahun 2010an melalui rekayasa intelegensi dan internet of thing sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin (Prasetyo dan Trisyanti, 2018). Revolusi Industri 4.0 tidak hanya mengubah cara manusia berpikir, hidup, dan berhubungan satu sama lain, tetapi juga mendisrupsi aktivitas manusia dalam bidang teknologi, ekonomi, sosial, maupun politik. Ghufron (2018) memaparkan bahwa industri 4.0 sebagai fase revolusi teknologi mengubah cara beraktivitas manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari pengalaman hidup sebelumnya, manusia bahkan akan hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global, oleh karena itu manusia harus memiliki kemampuan untuk memprediksi masa depan yang berubah sangat cepat. Berdasarkan hal tersebut, maka revolusi ini perlu direspon secara terintegrasi dan komprehensif dimana usaha telah dan sedang diupayakan oleh GENPRO Depok. Respon secara positif diberikan GENPRO dengan melibatkan berbagai pihak termasuk anggotanya agar beralih menjadi suatu peluang, diantaranya sebagai berikut:
melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan
Pandemi COVID-19 sedikit banyak telah memberikan dampak bagi masyarakat, salah satunya masyarakat yang menggeluti bidang wirausaha. GENPRO Depok merupakan salah satu masyarakat yang menggeluti bidang wirausaha yang terkena dampak pandemi. GENPRO Depok merupakan komunitas para wirausaha baik wirausaha UMKM maupun wirausaha yang sudah besar yang bergerak dalam berbagai bidang usaha . Dampak Pandemi yang dialami oleh komunitas GENPRO dapat dilihat dari berbagai aspek seperti aspek sosial, ekonomi dan kesehatan.
Beberapa upaya yang dilakukan oleh GENPRO Depok untuk membantu para pengurus dan anggota untuk bertahan dan survive adalah antara lain: