1. Profil

Organisasi GENPRO (Global Entrepreneur Profesional) merupakan komunitas pengusaha  profesional yang memiliki tujuan membangun peradaban dunia yang saling menguatkan antara satu dengan yang lainnya. Dalam sejarahnya, GENPRO terdiri dari organisasi/komunitas/perkumpulan pengusaha baik pada skala mikro, kecil, menengah, hingga besar dengan omset yang beragam dari para anggotanya mulai dengan besaran puluhan juta hingga ratusan miliar, dan kini sedang berusaha mencetak agar omset yang didapatkan bisa mencapai angka triliun. GENPRO berdiri pada tahun 2016 di Jakarta Selatan, dengan Presiden nasional Ust. Iwan kurniawan atau lebih akrab disapa Abah Iwan, beliau yang menginisiasi hadirnya konsorsium baru di dunia bisnis. Organisasi GENPRO sendiri dapat dikatakan sebagai organisasi yang sudah tumbuh dengan besar dimana hal tersebut dapat dilihat  dari hadirnya GENPRO yang tersebar pada lebih dari 200 kota dan kabupaten, serta berada di lebih dari 8 negara diantaranya Turkey, Qatar, Jerman, Prancis, Belanda, Kuwait, Malaysia, dan Singapura.

Pada penulisan kali ini kami melakukan wawancara kepada Presiden Chapter 3.0 GENPRO Depok yaitu Setiyo Sudiyono atau yang kerap disapa Mas Tiyo, beliau menyampaikan bahwa GENPRO selalu berusaha untuk mengevaluasi dan bercermin baik pada kepengurusan pusat dan kepengurusan sebelumnya dalam menjalankan pelaksanaanya, selain itu GENPRO juga senantiasa belajar untuk memberikan yang terbaik untuk kerja (kerja ikhlas, kerja keras, kerja cerdas). Visi yang dibawa oleh GENPRO Depok  ini adalah  menjadi sebuah organisasi pengusaha yang kokoh, perkasa, dan kuat untuk melahirkan 500 entrepreneur muslim sebagai penyokong peradaban dunia. Untuk skala Depok saat ini telah mencapai 300 entrepreneur. GENPRO sendiri masih berusaha dan optimis untuk mencapai 500 entrepreneur dengan melakukan jaringan dengan wirausaha lainnya. Selanjutnya misi yang dibawa oleh GENPRO itu sendiri adalah memberikan kesempatan dengan melakukan pemberdayaan bagi pengusaha muslim untuk melakukan perubahan yang positif, produktif, dan juga  proaktif. Berdasarkan pernyataan dari Mas Tiyo, beliau mengatakan pada periode kali ini GENPRO Depok membawa suatu value yaitu bersama menguatkan, melayani, dan menyejahterakan. Secara keseluruhan juga  GENPRO ini sebagai sarana berbagi untuk para anggota untuk tetap dapat berkembang dalam melakukan usahanya.

  1. Aktor Yang Berpengaruh

Secara umum, GENPRO chapter Depok memiliki beberapa aktor serta peranan dimana seluruhnya memiliki peran penting sesuai bidangnya masing-masing. Adapun struktur organisasi GENPRO yang terbagi menjadi tim Badan Pengurus Harian (BPH) dan tim koordinasi per divisi. Untuk tim inti BPH terdiri dari Mas Tiyo sendiri yang menjadi Presiden Chapter (Presca), Sekum (Sekretaris Umum), Asekum (Asisten Sekretaris Umum), Bendum (Bendahara Umum) dan Asbendum (Asisten Bendahara Umum). Sementara itu, untuk tim koordinasi per divisi terdiri dari:

  • Divisi Human Capital ( Pemberdayaan Manusia)

Bagaimana memberdayakan manusia, dimana manusia dapat menjadi aset jika dapat menempatkan orang yang tepat.

  • Community Development

Pengembangan komunitas berjejaring dengan banyak komunitas lain, berusaha untuk mencapai simbiosis mutualisme, kolaborasi yang efektif, serta kontributif.

  • Area Coordinator

Genpro Depok memiliki sub-chapter, memiliki fungsi berjejaring menguatkan dari level kota, kecamatan, dan kelurahan.

  • Women Entrepreneur (WE)

Bukan hanya membantu suami maupun keluarga pada bidang ekonomi namun juga memiliki semangat Khadijah Islam.

  • Young Entrepreneur

Memiliki anggota dengan umur kisaran dibawah 35 tahun bahkan ada yang dibentuk semenjak lulus SMK → adanya magang bisnis

  • Media dan Dokumentasi

Memiliki peran mempublish berbagai kegiatan yang ada di genpro, kisah para pengusaha sukses dan semangat-semangatnya → memberikan energi yang positif.

  • Marketing Communication

Memiliki dalam proses marketing pemasaran

  • Divisi Health Care Monitoring

Dibangun saat adanya pandemi Covid-19 yang terdiri dalam bentuk

  • Konseling kesehatan
  • Menggencarkan atau mengajak pentingnya melakukan vaksin
  • Pentingnya menjaga kesehatan, baik diri sendiri, keluarga, perusahaan (karyawan dan juga produk) supaya tidak terkena dampak dari Covid-19
  1. Peran Aktor dan Inovasi
  2. Transformasi era revolusi industri 4.0

Revolusi Industri 4.0 terjadi pada sekitar tahun 2010an melalui rekayasa intelegensi dan internet of thing sebagai tulang punggung pergerakan dan konektivitas manusia dan mesin (Prasetyo dan Trisyanti, 2018). Revolusi Industri 4.0 tidak hanya mengubah cara manusia berpikir, hidup, dan berhubungan satu sama lain, tetapi juga mendisrupsi aktivitas manusia dalam bidang teknologi, ekonomi, sosial, maupun politik. Ghufron (2018) memaparkan bahwa industri 4.0 sebagai fase revolusi teknologi mengubah cara beraktivitas manusia dalam skala, ruang lingkup, kompleksitas, dan transformasi dari pengalaman hidup sebelumnya, manusia bahkan akan hidup dalam ketidakpastian (uncertainty) global, oleh karena itu manusia harus memiliki kemampuan untuk memprediksi masa depan yang berubah sangat cepat. Berdasarkan hal tersebut, maka revolusi ini perlu direspon secara terintegrasi dan komprehensif dimana usaha telah dan sedang diupayakan oleh GENPRO Depok. Respon secara positif diberikan GENPRO dengan melibatkan berbagai pihak termasuk anggotanya agar beralih menjadi suatu peluang, diantaranya sebagai berikut:

  • Menghadirkan tim digital marketing yang membuka program mentoring dan course untuk memberikan pelatihan terhadap anggota untuk bisa update terhadap dunia digital salah satunya terkait bagaimana cara memasarkan produk ke marketplace (marketing secara online seperti Shopee dan Tokopedia)
  • Memberikan support dalam mendorong anak-anak muda dengan mengarahkannya untuk berwirausaha dan menjadi  young entrepreneur

melalui pelatihan, pendampingan, dan pembinaan

  • Membuat beberapa platform digital salah satunya pasar depok.com dan UMKM Tohaga yaitu platform digital berupa web
  • Mewadahi pengusaha dalam pembuatan iklan produk dan mengadakan pelatihannya.
  • Dampak Pandemi Covid-19 terhadap Komunitas GENPRO Depok

Pandemi COVID-19 sedikit banyak telah memberikan dampak bagi masyarakat, salah satunya masyarakat yang menggeluti bidang wirausaha. GENPRO Depok merupakan salah satu masyarakat yang menggeluti bidang wirausaha yang terkena dampak pandemi. GENPRO Depok merupakan komunitas para wirausaha baik wirausaha UMKM maupun wirausaha yang sudah besar yang bergerak dalam berbagai bidang usaha . Dampak Pandemi yang dialami  oleh komunitas GENPRO dapat dilihat dari berbagai aspek seperti aspek sosial, ekonomi dan kesehatan.

  1. Aspek sosial : Berkurangnya intensitas interaksi anggota GENPRO, hal ini dikarenakan adanya aturan dari pemerintah untuk menjaga jarak dan mengurangi interaksi secara tatap muka sehingga untuk berbagai kegiatan lebih banyak dilakukan secara online melalui platform zoom.
  2. Aspek ekonomi : menurunnya omset para pengusaha yang tergabung menjadi anggota GENPRO, dari data analisis Fluktuasi penjualan atau omset para pengusaha Mengalami penurunan drastis  . Sekitar 60-80% anggota terkena dampak penurunan omset dikarenakan pandemi . Dalam bidang finansial dan penjualan, Sejak Maret 2020 hingga Agustus 2021 jika dianalisa dan dibandingkan dengan asosiasi pengusaha lain hampir 60 – 80% dampak terbesar yang dirasakan adalah dampak secara ekonomi. Penjualan produk dari anggota dan pengurus GENPRO menurun cukup signifikan, sempat mengalami kenaikan namun kemudian mengalami penurunan di bulan April hingga Juli.
  3. Aspek kesehatan : banyak anggota genpro terpapar covid 19 untuk kegiatan kegiatan lebih   banyak dilakukan secara online.
  • Upaya Komunitas GENPRO Menghadapi Dampak Pandemi Covid-19

Beberapa upaya yang dilakukan oleh GENPRO Depok untuk membantu para pengurus dan anggota untuk bertahan dan survive adalah antara lain: 

  • Gerakan GENPRO Depok Care yang bekerja sama dengan lembaga kemanusiaan seperti ACT (Aksi Cepat Tanggap), CSR dan beberapa perusahaan lain di pengurus GENPRO sendiri yang memiliki skala usaha lebih besar dengan memberikan bantuan modal dengan besaran beragam mulai dari 500 ribu rupiah hingga 5 juta rupiah untuk membangkitkan ekonomi mereka. Selain itu ada bantuan dalam bentuk wakaf tunai, produktif, hingga donasi.
  • Adanya program kepedulian terhadap anggota Genpro yang terdampak COVID-19 seperti pengurus dan member saling mengunjungi dan silaturahim dalam rangka bonding dan dengan menerapkan prinsip 7S, senyum, salam, sapa, sopan, santun, silaturahmi, dan sedekah.