DepokNews — Dalam mewujudkan profil pelajar pancasila pada program merdeka belajar, Mahasiswa Program Doktor Pendidikan Kependudukan dan Lingkungan (PKLH) Universitas Negeri Jakarta (UNJ) mengelar Sharing Knowledge secara daring di Sekolah Indonesia Kualalumpur (SIKL). Jumat (8/10/2021).

Dalam kegiatan yang dihadiri oleh para dosen dan mahasiswa program Doktor PKLH, guru serta siswa SIKL dibuka langsung oleh Direktur Pascasarjana UNJ. Dalam sambutannya, Prof.Dr. Dedi Purwana mengatakan kegiatan sharing knowledge ini tentunya sangat bermanfaat untuk para siswa terutam universitas negeri jakarta.

” Tentunya kita harus mensuport kegiatan seperti ini. Dan kegiatan ini resmi saya buka,” ucapnya membuka acara.

Kepala Sekolah Indonesia Kualalumpur, Dr Encik Abdul Hajar menyampaikan apresiasi yang mendalam terkait kegiatan tersebut. Ia juga mengaku senang karena dengan adanya kegiatan ini para siswa dan guru akan mendapatkn ilmu dan pengetahuan terkait tema lingKungan dan kesehatan yang disampaikan para mahasiswa program Doktor PKLH UNJ.

” Semoga kegiatan ini bisa memberi manfaat bagi kita semua. Saya berterimakasih kepada seluruh civitas akademik UNJ dan mahasiswa dan dosen pengampu program Doktor PKLH yang telah menggagas kegiatan ini,” katanya.

Sementara itu, pembicara pertama Dewi Rahmawati mengatakan Konsep zero waste yang dapat dikaitkan dengan bidang fashion mulai dari zero waste pattern, upcycling dan reuse recycle dari produk fashion sejati nya dapat mengurangi limbah yang ada di bidang fashion.

“hal ini sejalan dengan banyak nya usaha dari beberapa desainer pelaku usaha yang mulai memperhatikan hal ini dikarenakan limbah textil me jadi penyebab nomor 2 limbah terbesar,” ujarnya.

Pembicara kedua, Fahmi Nugroho memaparkan bahwa Johan Huizinga pernah berpendapat manusia pada dasarnya merupakan Homo Ludens yang artinya adalah kebutuhan untuk bermain merupakan suatu kebutuhan yang tidak kalah pentingnya dari berpikir dan bekerja.

“hal tersebut jelas tersirat bahwa saat ini ditemukan banyak sekali jenis-jenis permainan yang dibuat baik itu permainan tradisional maupun permainan moderen,” katanya.

Saat ini kata Fachmi tren permainan sudah bergeser ke permainan moderen dengan menggunakan alat-alat canggih seperti smartphone, laptop dan alat-alat moderen lainnya.

“Kondisi tersebut berpengaruh banyak terhadap keutuhan aspek-aspek pendukung manusia seperti aspek spiritual, sosial, budaya, emosi dan aspek lainnya yang menyebabkan seorang manusia menjadi kurang luwes dalam bergaul, fisik yang tidak terbiasa bergerak hingga budaya permainan tradisional yang kian menghilang,” ungkapnya.

Selanjutnya Permainan tradisional diharapkan menjadi solusi untuk detoksifikasi gawai, selain dapat meningkatkan kembali aspek sosial juga dapat membuat tubuh bergerak, hal tersebut diharapkan dapat meningkatkan kembali budaya dan sikap sosial masyarakat Indonesia yang sudah hampir bergeser menjadi pribadi-pribadi yang individualis.

Pembicara selanjutnya yaitu Furkan Sangiang. Pada kesempatan tersebut ia menyoroti minimnya media dalam menyoroti isu kerusakan lingkungan.

” Sebenarnya banyak isu lingkungan yang bisa disorot oleh media. tapi sayang itu tak dilakukan, kalaupun ada itu tidak detail dan mendalam sehingga publik belum banyak mengetahui,” katanya.

Ia meminta agar isu lingkungan menjadi isu penting yang terus disuarakan.

” Isu lingkungan seharusnya sama seperti isu poilitik dan isu lainnnya, jadi harus jadi hedline utama. Supaya masyarakat paham keadaan lingkungan kita,” pungkasnya