DepokNews– Wakil Direktur I Sekolah Tinggi Desain Inter Studi (STDI), Dewi Rahmawati mengungkapkan bahwa perkembangan fashion di Indonesia terus berkembang. Bahkan kata dia Indonesia tercatat menjadi salah satu kiblat mode fashion muslim dunia.

“Kebutuhan akan perubahan fashion yang cepat mengubah gaya dan arah produksi menjadi lebih cepat dari kebutuhan pokoknya,” ujar Mahasiswa Program Doktor Universitas Negeri Jakarta ini. Kamis (21/10/2021).

Namun sisi lain ketersediaan produk yang murah dengan skala besar menimbulkan banyak dampak bagi industri fashion di tanah air.

“Sikap Konsumerisme dipicu oleh berubahnya tren dari waktu ke waktu yang sangat cepat tanpa memperhatikan aspek- aspek yang ada,”katanya.

Menurutnya Tujuan Pembangunan Berkelanjutan (TPB) atau Sustainable Development Goals (SDGs) yang bertujuan untuk menjaga serta meningkatan kesejahteraan ekonomi masyarakat secara berkesinambungan.

“Dan juga menjaga keberlanjutan kehidupan social masyarakat serta menjaga kualitas lingkungan hidup serta pembangunan yang inklusif dan terlaksananya tata kelola yang mampu menjaga peningkatan kualitas kehidupan dari satu generasi ke generasi berikutnya,”bebernya

Untuk memudahkan pelaksanaan dan pemantauan, Dewi memaparkan ada 17 Tujuan dan 169 target TPB/SDGs dikelompokkan ke dalam empat pilar.

“Pilar pembangunan sosial: meliputi Tujuan 1, 2, 3, 4 dan 5, Pilar pembangunan ekonomi: meliputi Tujuan 7, 8, 9, 10 dan 17, Pilar pembangunan lingkungan: meliputi Tujuan 6, 11, 12, 13, 14 dan 15, Pilar pembangunan hukum dan tata kelola meliputi Tujuan 16,”terangnya.

Lanjut Dewi Adapun ke 17 tujuan dari Sustainable Development Goals TPB/SDGs merupakan komitmen global dan nasional dalam upaya untuk menyejahterakan masyarakat mencakup 17 tujuan yaitu.

“(1) Tanpa Kemiskinan; (2) Tanpa Kelaparan; (3) Kehidupan Sehat dan Sejahtera; (4) Pendidikan Berkualitas; (5) Kesetaraan Gender; (6) Air Bersih dan Sanitasi Layak; (7) Energi Bersih dan Terjangkau; (8) Pekerjaan Layak dan Pertumbuhan Ekonomi; (9) Industri, Inovasi dan Infrastruktur; (10),”

” Berkurangnya Kesenjangan; (11) Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan; (12) Konsumsi dan Produksi yang Bertanggung Jawab; (13) Penanganan Perubahan Iklim; (14) Ekosistem Lautan; (15) Ekosistem Daratan; (16) Perdamaian, Keadilan dan Kelembagaan yang Tangguh; (17) Kemitraan untuk Mencapai Tujuan,”papar Dewi.

Selain itu Fashion kata dia masuk kedalam kategori pilar pembangunan ekonomi yaitu tujuan ke sembilan Industri dan inovasi. Perkembangan industri fashion dan berbagai inovasi yang telah dilakukan untuk menunjangnya usaha di bidang fashion.

“Konsep zero waste yang dipakai dibidang fashion dapat dengan beberapa bentuk mulai dari dalam pemakaian pola zero waste yaitu yang menggunakan pola tanpa meninggalkan limbah sedikit pun dalam proses pre produksi,”bebernya.

Ia Juga mengungkapkan ketepatan penempatan pola di kain dan pengaturan penempatan pola sehingga tidak meninggalkan sisa potong kain. Hal ini menarik karena masih banyak desainer dan pelaku di industri fashion yang belum menggunakan pola zero waste sebagai pengganti pola konstruksi, dengan alasan desain yang dihasilkan masih terbatas dan belum bervariasi.

” Zero waste dengan upcyling dan refashioning yaitu dengan meningkatkan kembali nilai mutu suatu produk tidak terpakai, seperti pembuatan tas dari bahan celana berbahan jeans. Sehingga kegiatan zero waste di bidang fashion dapat terlaksana secara kopmrehensive dan terukur juga terlihat hasilnya,”pungkasnya.