Penulis. Dr.Dyah Mieta Setyawati


Kader Wirausaha “Markisa Manis” adalah bagian dari masyarakat RT 01/RW 08 yang berlokasi di Kelurahan Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok sejak akhir tahun 2019 bersama kegiatan pengabdian Universitas Gunadarma telah melakukan budidaya tanaman markisa. Kini, hasil budidaya telah menjadi minuman sari markisa manis asal kelurahan Mampang, Depok.
Pelaksanaan pengabdian kepada masyarakat ini, seperti yang disebutkan oleh koordinator bidang ilmu akuntansi, Dr. Dyah Mieta Setyawati adalah “Peningkatan pengetahuan kader wirausaha Markisa Manis Mampang, Depok, tentang jumlah produksi minuman markisa manis yang tidak rugi dan tidak juga laba “. Minuman sari buah markisa harus disajikan kepada konsumen dalam keadaan segar. Hal inilah yang menjadi pemikiran selain daya beli masyarakat saat ini untuk melakukan produksi. Setelah hampir satu tahun, kader Wirausaha “Markisa Manis” yang digawangi oleh Ibu Singgang, Tety, Nenden dan Yani, tiba waktunya untuk melakukan evaluasi kegiatan produksi.
Perhitungan Titik Impas Usaha Minuman Markisa Manis
Teknis pelaksanaan kegiatan meliputi tiga tahapan yaitu penyiapan data-data produksi, proses pengerjaan dan hasil pelaksanaan kegiatan. Penyiapan data-data keuangan mencakup pengelompokan data produksi, misalnya pada tiga bulan sebelumnya dan melakukan analisis BEP (titik impas) dan perencanaan laba dengan menggunakan rumus perhitungan. Proses Pengerjaan memiliki beberapa langkah yaitu mengumpulkan data produksi bulan September – November 2022 dalam Rupiah. Melakukan perhitungan analisis BEP (titik impas) untuk usaha dengan mengelompokkan terlebih dahulu data produksi yang termasuk biaya tetap dan biaya variabel serta mengelompokkan data penjualan yang telah terjadi selama tiga bulan tersebut dalam rumus perhitungan yaitu jumlah Biaya Tetap usaha dibagi dengan (1- (Biaya Variabel/Penjualan)). Sedangkan rumus perhitungan untuk perencanaan laba adalah dengan menggunakan target persentase laba yang diinginkan sebesar 15%.
Hasil Pelaksanaan Kegiatan
Pada akhirnya kegiatan Abdimas ini telah berhasil membuat perhitungan titik impas usaha produk minuman khas dari wilayah Mampang, Pancoran Mas, Kota Depok dengan bahan dasar sari buah markisa. Titik impas (BEP) dalam unit usaha “Markisa Manis Mampang” pada periode bulan September sampai dengan November 2022 adalah 155 unit atau sekitar 52 unit dalam dua bulan dan 51 unit satu bulan. Apabila dalam jumlah Rupiah adalah apabila pelaku usaha telah mencapai titik impas sebesar Rp 1.5juta. setelah mengetahui nilai impas penjualan, maka pelaku usaha dapat melakukan perencanaan laba. Keinginan pelaku usaha untuk memperoleh laba sebesar 15% dalam waktu 3 bulan dapat terapai pada 607 unit atau sejumlah 202 botol per bulan selama dua bulan, dan pada bulan ke tiga adalah 203 botol. Demikian kegiatan Abdimas untuk UMKM “Markisa Manis”, Mampang, Depok. Semoga usaha ini semakin berkembang dan maju di dalam dan di luar Kota Depok.

Previous articleDI Saksikan Walikota Depok, Ubaidilah Tandatangani Kerjasama dengan Forum Masyarakat Peduli Sampah dan Aliran Sungai di Meruyung Depok
Next articleSIBER SUNGAI KRUKUT
PESAN HARMONI GONG SI BOLONG UNTUK KELESTARIAN ALAM