Dalam rangka menyerap aspirasi, saran, dan masukan dari masyarakat, aleg Fraksi PKS DPRD Kota Depok Moh. Hafid Nasir menggelar reses untuk masa sidang II tahun 2022. Reses kali ini diadakan di wilayah Jalan Belimbing RT 004 RW 001 Kelurahan Depok Kecamatan Pancoran Mas (Ahad, 23 Mei 2022). Lokasi reses bertempat di halaman rumah seorang tokoh masyarakat setempat, H. Wawan Kurniawan. .

Hadir dalam acara reses aleg PKS Dapil Pancoran Mas Moh. Hafid Nasir, Ketua RW 001 M. Nimar Idris, Ketua RT 001 – 006 RW 001, perwakilan Kelurahan Depok, LPM dan Karang Taruna Kelurahan Depok, tokoh masyarakat dan agama, Ketua DPC PKS Pancoran Mas, Ketua DPRA PKS Depok, dan Ketua Wanita Islam se-Kota Depok Hj. Tati Hayati. Acara berlangsung pukul 20.00 – 22.00 WIB dan diakhiri dengan sesi foto bersama para peserta reses.

Aleg PKS Depok Moh.Hafid Nasir dalam sambutannya menyampaikan bahwa kedatangannya ke wilayah RW 001 untuk bersilaturahmi dan melakukan reses. Kedatangan Pak Hafid (sapaan Hafid Nasir) merupakan yang kesekian kalinya ke wilayah RW 001. Sebelumnya kunjungan aleg dapil Pancoran Mas ini berkaitan dengan acara keagamaan serta kunjungan formal sebagai aleg. “Kunjungan reses masa sidang kedua tahun 2022 ini adalah untuk menyerap aspirasi warga, baik berupa masukan, keluhan maupun usulan warga,” imbuhnya.

Sementara itu, Ketua DPC PKS Pancoran Mas Khairul Wajdi mengatakan bahwa acara reses tersebut adalah sebagai jembatan atau penghubung antara aleg PKS dengan konstituen atau warga masyarakat. “Dari reses ini diharapkan adanya masukan-masukan yang terkait permasalahan yang terjadi di masyarakat. Kami di struktur PKS tingkat kecamatan siap membantu terkait komunikasi antara aleg PKS dan warga di dapilnya,” tegasnya.

Pada kesempatan tersebut muncul beberapa aspirasi dari warga. Misalnya, terkait Kartu PKH (Program Keluarga Harapan) yang sudah dimiliki warga tetapi belum bisa dirasakan manfaatnya, padahal warga sudah memilki kartu tersebut antara 1 hingga 2 tahun. Warga mempertanyakan realisasi dan kelanjutan program tersebut. Ada juga warga yang mempertanyakan bantuan untuk rumah orag tuanya yang terdampak angin puting beliung dan sangat membutuhkan tempat tinggal yang layak.

Menjawab beberapa aspirasi warga, Pak Hafid menjelaskan bahwa terkait anggaran untuk program-program bantuan yang sudah dianggarkan oleh Pemkot mengalami kendala karena munculnya pandemi Covid-19 sejak awal tahun 2020. “Adanya pandemi tersebut yang menyebabkan anggaran tersebut kemudian dialihkan untuk penanggulangan Covid di Kota Depok. Selanjutnya, untuk program RTLH bagi warga RW 001 bisa mengajukan proposal melalui aleg di Fraksi PKS yang nantinya diteruskan ke Pemkot Depok agar bisa diprioritaskan,” pungkasnya.