DepokNews – Anggota Komisi B DPRD Depok dari Fraksi PKS Moh. Hafid Nasir menyebutkan bahwa Kota Depok dengan luas wilayah sekitar 200,29 km2 dan berpenduduk sekitar 2,4 juta jiwa. Pertambahan populasi jumlah penduduknya setiap tahun sekitar 2 – 4 persen.

Kota Belimbing ini tidak memiliki banyak sumber daya alam dan industri yang bisa menyerap tenaga kerja. Maka, jumlah penduduk yang terus menerus meningkat tiap tahunnya, selain menjadi salah satu aset pemerintah Kota Depok dari sisi ketersediaan sumber daya manusianya, juga menjadi tantangan pemerintah Kota Depok untuk terus menurunkan angka pengangguran dan kemiskinan.

Hafid menambahkan, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) Provinsi Jawa Barat, persentase tingkat kemiskinan Kota Depok sebesar 2,58 persen, terendah se-Jawa Barat dan menempati urutan ketiga kota dengan persentase penduduk miskin terendah di Indonesia pada tahun 2021. Sementara tingkat pengangguran Kota Depok tahun 2021 turun 0,11 persen menjadi 9,67 persen dibanding tahun 2020 yang mencapai 9,87 persen.

Kebijakan Pemerintah Kota Depok sebagaimana tertuang dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) periode 2021 -2026, khususnya dalam pemulihan ekonomi daerah akibat dampak buruk pendemi Covid-19, berupaya untuk terus menekan angka pengangguran dan kemiskinan, mewujudkan kesejahteraan masyarakat, mengembangkan sumber daya ekonomi lokal dan perluasan lapangan kerja melalui Program Peningkatan UMKM, yaitu menciptakan wirausaha baru dan perempuan pengusaha.

Aleg Dapil Pancoran Mas ini menambahkan bahwa Pemeritah Kota Depok melalui Dinas Koperasi dan Usaha Mikro (DKUM) berkomitmen untuk mengembangkan Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM). “Salah satunya dengan mendorong terciptanya 5.000 (lima ribu) pengusaha baru/startup dan 1.000 (seribu) perempuan pengusaha sebagaimana tertuang dalam janji kampanye Walikota dan Wakil Walikota Depok terpilh,” imbuh Hafid.

Hafid Nasir yang diamanahkan di Komisi B DPRD Kota Depok membidangi Perekonomian dan Keuangan, hadir pada Rapat Koordinasi dan Sinkronisasi dengan aparatur kecamatan dan kelurahan, pelaku usaha dan komunitas UMKM untuk kecamatan Cinere dan Limo di Bengkel Kopi Sapu Lidi Jalan Pramuka, Kelurahan Mampang, Pancoran Mas Kota Depok (Rabu, 29 Juni 2022).

Hadir pada acara tersebut, yaitu Asisten Ekonomi dan Pembangunan Sidik Mulyono (mewakili Wakil Walikota Depok) , Kepala Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Dede Hidayat, Ketua Asosiasi UMKM Kota Depok Rudi Murodi, Perwakilan Tim Sinergitas Pemerintah Kota Depok Ubaidillah, Camat dan Lurah di Wilayah Kecamatan Limo dan Cinere, perwakilan Bank BNI, dan narasumber dari UKM Center Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Indonesia.

Di awal sambutannya Hafid memberikan apresiasi kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok yang telah mengagendakan roadshow ke 11 kecamatan di Kota Depok guna memperkenalkan program wirausaha baru, yaitu mencetak 5000 wirausaha dan 1000 pengusaha perempuan Harapannya program ini diketahui oleh seluruh masyarakat Depok.

“Salah satu keunggulan dari program 5.000 pengusaha baru/startup dan 1.000 perempuan pengusaha dan diharapkan sukses mencetak Wirausaha Baru (WUB) adalah keberadaan Pendamping di tingkat kota, kecamatan dan kelurahan yang sudah dilakukan proses seleksi. Mereka berasal dari unsur akademisi atau pengusaha yang sudah sukses di bidang usahanya dan memiliki sertifikasi dari Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP),” ungkap Hafid.

Menurut Hafid, keberadaan pendamping menjadi sangat strategis untuk kesuksesan pelaku WUB, karena tugasnya selain bertanggung jawab kepada Dinas Koperasi dan Usaha Mikro Kota Depok, juga membuat dan memberikan laporan bulanan di setiap tingkatan terhadap progress pelaku WUB, menjalankan program klinik bisnis berupa konsultasi online dan offline serta membukakan akses pasar, akses perijinan dan akses pembiayaan kepada pelaku WUB.

Hafid menyampaikan kepada para peserta yang hadir pada acara tersebut, Komisi B dalam pokok-pokok pikirannya juga sudah mengusulkan bahwa Kota Depok sudah saatnya memiliki Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) PT. Bank Pembiayaan Rakyat Syariah (BPRS) sebagai lembaga keuangan yang bergerak di bidang perbankan untuk segmen Skala Mikro, Kecil dan Menengah dan nantinya diharapkan dapat memberikan pembiayaan kepada pelaku WUB.

“Mengakhiri sambutan ini saya berharap para pelaku WUB yang hadir pada acara ini kelak akan menjadi wirausaha sukses di bidangnya dan turut meningkatkan Pendapatan Asli Daerah Kota Depok,” pungkasnya. (Hai)

Previous articleMemperingati Hari Keluarga Nasional, Aleg PKS Depok Khairulloh : Mari Kita Kuatkan Kembali Fungsi Keluarga
Next articleDinkes Depok Kembali Gelar Vaksinasi Covid-19 Gratis Selama Dua Hari di D’Mall