Saya adalah seorang pelaku bisnis. Owner salon muslimah Farras Ayu dikota Depok. Bagi pelaku bisnis seperti saya, pergantian tahun adalah harapan baru, rencana baru dan strategi baru dengan target yang lebih menantang serta lebih tinggi dari tahun sebelumnya.

Pergantian tahun juga sesuatu yang dinanti. Sebab pergantian tahun sama dengan pertambahan usia bisnis. Artinya kami mampu melewati berbagai ujian, cobaan dan tantangan ditahun sebelumnya. Maka pergantian tahun adalah sesuatu yang sangat disyukuri.

Alhamdulillah… tahun 2019 saya dan tim mampu melewati berbagai cobaan dan rintangan. Atas rahmat Allah tahun demi tahun, kami lewati dengan prestasi bisnis yang cukup baik. Setiap tahun selalu ada peningkatan, baik jumlah customer, omset, aset, profit maupun pertumbuhan bisnis. Maka kehadiran tahun 2020 adalah sesuatu yang dinanti dan saya sebagai owner bisnis, sudah mempersiapkan rencana dan target lebih menantang. Namun apa daya justru di tahun 2020 datang corona.

Manusia merencanakan, namun Allah yang memutuskan. Rencana dan target sudah kami susun. Namun tenyata Januari mulai tersiar kabar corona sudah sampai di Indonesia. Dan.. awal Maret 2020 corona malah datang ke Depok. Sungguh tidak pernah menyangka badai corona sempat menghantam bisnis kami. Kami harus ikut lock down, social distancing, PSBB atau apalah namanya. Yang jelas salon kami tutup dalam waktu yang tidak tentu. Dan kami harus memulai dari nol lagi

Sikap Seorang Leader
Seorang leader harus pantang menyerah ditengah badai. Dia justru akan masuk ke dalam badai dan dengan berani merentangkan sayapnya lebar – lebar, kemudian terbang paling tinggi dengan memanfaatkan angin badai, untuk melihat area perburuan yang baru dari ketinggian

Yaa…. Diawal pandemi kami langung menyesuaikan dengan keadaan. Mencoba menerima dan tetap mensyukuri ombak dan badai. Kemudian berselancar diatas badai pandemi….
Kami mencoba mengikuti ombak pandemi. Dan disaat ketinggian ombak, kami mencoba melihat perburuan dan peluang dari ketinggian….

Berselancar Ditengah Badai
Bisnis ditengah badai covid 19 ini tentu tidak mudah bagi kami. Namun Alhamdulillah… karena Iman kami tenang menghadapi ujian ini. Karena kami yakin disetiap kesulitan pasti ada kemudahan. Disetiap kesempitan, pasti ada peluang. Makanya ditengah badai corona, kami justru mengambil peluang apa saja. Kami melakukan survey, kemudian menjual produk – produk yang menjadi kebutuhan basic orang – orang dimasa pandemi

Kami harus bersahabat dengan keadaan… menunggu badai berhenti tanpa berbuat sesuatu, sama halnya membiarkan karyawan kami terombang – ambing diatas badai. Mereka harus segera ditolong. Agar mereka tetap bisa bertahan hidup dan tetap bisa bayar kontrak rumah. Maka kebangkitan harus dimulai dari seorang leader yang berani. Kami harus segera bangkit.

Akhirnya saya dan suami berdiskusi. Sehingga muncullah aturan protap pencegahan covid 19 di Farras Ayu. Waktu itu belum banyak face shield dijual. Sehingga kami buat sendiri, pakai mika yang kami beli di toko fotocopy, selanjutnya kami buat video. Dan kami viralkan dengan IG ads. MasyaAllah.. Responnya luar biasa. Pertama di Indonesia… (pertama!!! ya, kata teman seperti itu…). Karena kami salon yang pertama tutup dimasa pandemi dan sekaligus pertama kali buka kembali… baru kemudian diikuti salon lainnya. Alhamdulillah… klien merasa aman dan nyaman dengan prosedur tetap yang kami buat dengan ketat.

Semua Karena Iman
Iman membuat mindset kami menjalani pandemi ini slow saja. Jadinya ya bener – bener slow… sebab kami yakin kasih sayang Allah tidak terbatas. Iman juga yang membuka mata hati kami untuk pandai bersyukur bahwa masih banyak saudara kita yang kondisinya lebih minus dibawah kita. Saatnya kita bantu mereka….

Alhamdulillah… kami memang sempat tutup lama. Omset mengalami penururan. Karena jumlah klien kami batasi. Kami harus mengatur jarak fisik dan waktu perawatan, untuk menghindari kepadatan ruangan dan lain – lain.

Maka beauty therapist dan hair stylish setiap hari dirolling hari kerjanya. Tetapi kami menjalani bisnis ini tetap dengan happy…..

Karena Iman kami bisa bersahabat dengan keadaan, menerima takdir ini dengan 100% keimanan. Kami siap disiplin menjalani hidup new normal.

Ujian hidup pasti ada. Jangan salahkan jalan yang rusak, berkelok, terjal dan berdebu sekalipun. Tapi salahkan diri ini belum mahir kendarain mobil.
Salahkan diri yang belum 100 % beriman menerima takdir….

Ujian adalah dinamika yang harus kita hadapi agar kira makin cerdas dan kuat. Walau pelaksaannya berat, tapi yang penting diawali dari tekad yang kuat

“Jangan membenci musibah yang menimpamu. Karena apa yang kamu benci bisa jadi menjadi penyebab solusi bagimu dan apa yang kamu sukai bisa jadi menjadi penyebab kehancuranmu”
( Hasan al Basri )

Bahkan saya merasa ujian adalah petunjuk dari Allah, bahwa kita harus bagaimana. Harus berbuat apa dan mengambil keputusan seperti apa. Allah yang menuntun kita menemukan jalannya. Ujian membuat kita menjadi lebih baik. Mungkin ini yang disebut naik kelas.

Makanya bener sekali sabda Rasulullah, “jagalah Allah, maka Allah akan menjagamu”. Kata guru ngaji, “ingat lah Allah maka Allah akan mengingatmu dikala lapang maupun sempit.”

Bismillah… kini sudah memasuki bulan Desember. penghujung tahun 2021. Semoga setelah badai covid, mimpi Farras Ayu mulai terwujud. Farras Ayu ingin menjadi lead. Memiliki sistem yang rapi, SDM yang solid, dan mulai membuka diri untuk kerjasama kemitraan.

Mohon ridhoMu ya Allah…