DepokNews — Perhelatan pemilihan Ketua Kamar Dagang Indonesia (Kadin) atau Mukota Kadin Depok makin seru untuk diikuti. Pasalnya berbagai tudingan miring terhadap panitia dan sejumlah masalah lainnya terus menjadi perbincangan hangat.

Menanggapi berbagai hal tersebut, Dewan Penasehat Kadin Kota Depok, Babai Suhaimi turut angkat bicara. Babai Suhaimi yang merupakan anggota DPRD Kota Depok, Dapil Cipayung ini mengungkapkan bahwa konstalasi Mukota Kadin Depok harus disambut baik oleh semua pihak.

” Sebagai masyarakat Depok,saya tentunya senang dengan adanya empat calon yang telah mendaftar sebagai calon Ketua Kadin Depok. Ini tentunya sesuatu yang luar biasa, animo masyarakat terhadap Kadin Depok sangat bagus,”ujarnya saat ditemui disalah satu Kafe di jalan raya sawangan. Kamis (11/11/2021).

Namun sisi lain kata dia, calon Kadin Depok harus berangkat dari niatan yang baik untuk memajukan Kadin Depok. Bukan terjebak kepada kepentingan politik yang membawa kemunduran bagi kadin.

“Saya ingin calon kadin tidak terjebak kepentingan politik apapun. Karena ini sebagai organisasi penggerak ekonomi, Jadi harus Independen,” katanya.

Lanjut Babai dirinya tidak menuding bahwa beberapa calon ketua kadin titipan atau terjebak kepentingan politik. Hanya saja dirinya hanya bertanya terhadap beberapa hal yang dinilainya janggal.

” Saya hanya bertanya saja, saya tidak menduga ada kepentingan politik atau titipan dari beberapa calon yang maju ini. Tapi saya bertanya kenapa mendekati Mukota ada penggiringan pendaftaran anggota Kadin dalam satu hari hampir ratusan Anggota yang daftar atau dalam waktu bersamaan,”katanya.

” Artinya ini ada sesuatu, kenapa mendaftarnya berdekatan Mukota, kenapa nggak didaftarkan dari dulu. Ini kan ada sesuatu,” timpalnya.

Bahkan Babai juga membeberkan bahwa saat ini berdasarkan informasi yang didapatkan jumlah peserta yang mendaftar sebanyak 4000 orang.

” Padahal Mukota Kadin dulu hanya 120 peserta saja. Ini ada penambahan yang cukup besar karena digiring peserta untuk mendaftar dalam waktu bersamaan. Ini kan patut dipertanyakan motivnya apa?,”bebernya.

Oleh karena itu mantan ketua Golkar Kota Depok ini meminta panitia dan peserta harus berangkat dari ad/art atau mekanisme organisasi dalam melaksanakan Mukota Kadin Depok.

” Jadi kadin ini bukan organisasi politik ini organisasi profesi untuk penggerak ekonomi jadi harus sesuai mekanisme organisasi,” katanya.

Lebih lanjut termasuk masalah ferikasi ketua. Babai mengungkapkan berdasarkan ad/art seseorang bisa menjadi ketua Kadin harus terdaftar sebagai pengurus Kadin Depok selama dua tahun.

“Jadi panitia harus melakukan verikasi dengan baik atau kroscek, Sudah berapa lama jadi Anggota Kadin. Jadi semua diatur di AD/ART, jadi bukan kadin daerah lain ini kadin Depok hirarkinya beda,” tuturnya.

Ia juga meminta kepada calon Ketua dan peserta yang tidak sesuai dengan ad/art agar menyadari serta tidak memaksa diri untuk maju.

” Apalagi menghalalkan segala cara agar jadi peserta atau calon ketua, kasihan Kadin Depok kedepan. Ingat loh proses yang baik akan melahirkan hasil yang baik, namun jika tidak ini akan melahirkan proses yang merugikan semua pihak. Jadi harus sesuai kebenaran,” katanya.

Babai juga menyayangkap sikap salah satu calon yang menuding panitia dengan berbagai tudingan yang tidak beralasan seperti tidak netral atau berpihak kesalah satu calon.

“Bagi saya menuduh panitia berpihak itu tidak benar. Gampang ko untuk melihat kedudukan panitia. lihat dari tata aturan saja, apakah mekanisme yang dilakukan panitia sesuai ad/art atau tidak. Kan semua dilakukan sesuai mekanisme ad/art,”ungkapnya.

Selanjutnya mosi tidak percaya yang dikeluarkan salah satu calon dengan mengirimkan surat ke Kadin Jabar dinilai berlebihan.

“Pertanyaannya apakah calon tersebut sudah mendatangi panitia. Setahu saya waktu pendaftaran diterima atau tidak,kan diterima. Mengenai lolos verikasi atau tidaknya kenapa sudah menduga, tidak boleh suudzan kecuali tidak diterima. Dimana letak dihalangi, jangan melakukan opini yang tidak baik, malu loh. Ini bukan organisasi masa atau partai politik,”pungkasnya.