DepokNews–Melalui media zoom meet pembukaan Program Organisasi Penggerak (POP) Sekolah Guru Indonesia berkolaborasi dengan Dinas Pendidikan Kota Depok dan Kemendikbudristek telah diselenggarakan dengan lancar pada hari minggu, 17 Oktober 2021 pukul 09.00-11.00 WIB.

Kegiatan dimulai dengan tilawah Alquran beserta terjemahannya, dengan menyajikan surah Al Insyiroh, yang berisi semangat untuk bekerja dan tentang janji Allah akan memberi pertolongan, bahwa setiap ada kesulitan akan ada kemudahan.

Acara dilanjut dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya serta mars SGI. Usai kegiatan tersebut dilanjutkan dengan pembacaan 10 kepemimpinan guru, yaitu 1) Teladan menegakkan ibadah, 2) Disiplin mengelola waktu, 3) Gemar membaca buku, 4) Pelopor kebersihan sekolah, 5) Aktif memberdayakan masyarakat, 7) Tertib menyiapka administrasi, 8) Kreatif membuat media, 9) Profesional dalam mengajar, 10) Gigih untuk meneliti.

Berikutnya adalah sambutan dari guru Asep Ihsanudin sebagai Ketua SGI yang memberi semangat pada peserta POP agar termotivasi mengikuti kegiatan, yang insya Allah diadakan 10 kali pertemuan guna mendapat wawasan demi meningkatkan kualitas pendidikan di Indonesia.

Setelah Ice breaking yang diikuti dengan penuh gembira oleh peserta pelatihan, selanjutnya adalah mengenalkan para trainer yang akan membersamai peserta selama 2 bulan ke depan serta paparan mengenai kegiatan POP serta materi yang akan diberikan, diantaranya pengenalan LMS, membuat laporan Best Practice, Manajemen Kelas Sehat, Mengenal Modalitas Belajar Peserta Didik, Manajemen Kelas Kolaboratif, Disain Pembelajaran Efektif, Penilaian Proses Pembelajaran, dan Display Kelas.

Narasumber utama yang hadir dalam kegiatan ini adalah Pak Awang Abdurrahman selaku Kepala Bidang Pembinaan SD Kota Depok, yang memberikan arahan dan dukungan pada peserta POP untuk memanfaatkan kesempatan langka ini sebaik mungkin, karena amat beruntung menjadi guru dan sekolah terpilih dari pemerintah dan Dompet Dhuafa untuk mendapatkan ilmu guna meningkatkan kualitas mengajar para guru yang berdampak pada kualitas peserta didik disekolah masing-masing.