Pemkot Depok Lakukan Kampenya Pencengahan Stunting Sejak Usia Pra Nikah

DepokNews РKetua Tim Percepatan Penurunan Stunting (TPPS) Kota Depok, Imam Budi Hartono, menghadiri Rapat Koordinasi TPPS, di Aula Edelweis II Wisma Hijau, Kecamatan Cimanggis, Selasa (21/02/23) siang.

Pada kesempatan itu, Bang Imam, sapaan akrabnya, mengatakan, demi menekan kasus stunting, Pemerintah Kota (Pemkot) Depok memfokuskan pada strategi preventif. Yaitu intervensi perubahan perilaku masyarakat dan kampanye pencegahan stunting sejak usia pra nikah.

“Kami sangat konsen, sebab ingin Depok zero stunting. Kami mencoba terus koordinasi apa yang bisa dilakukan untuk menurunkan stunting pada anak, karena mereka itu generasi yang meneruskan kita di masa depan,” kata Bang Imam yang juga Wakil Wali Kota Depok, usai menghadiri acara tersebut.

Bang Imam menjelaskan, 30 persen anak stunting berasal dari keluarga tidak mampu, sedangkan 70 persen lainnya dari keluarga mampu. Berdasarkan laporan Dinas Kesehatan (Dinkes), sebanyak 70 persen anak stunting diduga karena minimnya pengetahuan orang tua tentang pola asuh dan makan anak.

“Ini yang akan terus kami lakukan melalui kampanye pencegahan stunting. Yakni, mempersiapan anak remaja jadi ibu kuat, sehingga stunting bisa dicegah sejak dini,” jelasnya.

Di tempat yang sama, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan dan Penelitian Pengembangan Daerah (Bappeda) Kota Depok, Dadang Wihana menyebut, prevalensi stunting di tahun 2022 sebesar 3,48 persen, atau sekitar 3.637 balita di Kota Depok berdasarkan hasil penimbangan balita di Posyandu. Saat ini, Kota Depok berada di urutan kedua terendah di Jawa Barat (Jabar).

“Kalau berdasarkan Studi Status Gizi Indonesia (SSGI) yang dilakukan Kementerian Kesehatan (Kemenkes), angka stunting di Kota Depok 12,6 persen,” tutur Dadang.

Dalam menangani kasus stunting, lanjut Dadang, Pemkot Depok menggandeng Lembaga Zakat, Infaq, Sadaqah, dan Wakaf (Ziswaf) untuk berkolaborasi. Lembaga Ziswaf itu di antaranya Baznas, DT Peduli, Baitul Maal Hidayatullah (BMH), dan Zakat Sukses.

“Jadi disamping menggunakan Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD), kami juga berkolaborasi dengan Lembaga Ziswaf untuk sama-sama menangani¬†stunting,” pungkas Dadang.

Sumber : depok.go.id

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *