Oleh : Septiara Salwa Auliyah

STEI SEBI

Kata bisnis sudah tidak asing lagi didengar oleh banyak orang, kata bisnis sendiri dalam Bahasa inggris merupakan business, kata busy yang berarti sibuk.

Bisnis adalah sebuah kesibukan dalam menjalankan suatu aktivitas yang dapat memebrikan keuntungan bagi seseorang. Bisnis merupakan kegiatan yang dilakukan oleh individu atau pun kelompok yang melibatkan sebuah proses penjualan, pembelian, atau pun pertukaran barang dan jasa yang tujuannya untuk mendapatkan keuntungan.

Bisnis dijalankan tentunya harus memiliki konsep tidak bisa berjalankan begitu saja, konsep dalam berbisnis ada beberapa komponen, yaitu :

  • Strategi inti, yaitu sebuah visi dan misi dari sebuah bisnis yang meliputi hal-hal yang berkaitan dengan bisnis tersebut.
  • Sumber daya strategi, yaitu semua yang berhubungan dengan kompetensi utama, proses inti dan asset strategis.
  • Perantara pelanggan, yaitu hal-hal yang berhubungan dengan informasi, dukungan dan pemenuhan, dinamika hubungan dan struktur harga.

Selain bisnis harus memiliki konsep tentunya bisnis juga harus memiliki tujuan, jika tidak adanya tujuan sebuah bisnis tidak akan terbentuk. Maka dari itu ada beberapa tujuan bisnis yang harus kita ketahui, yaitu:

  • Untuk memperoleh keuntungan dari bisnis yang dijalankan.
  • Membuka lapangan kerja bagi banyak orang.
  • Untuk meningkatkan kemajuan ekonomi masyarakat
  • Untuk meningkatkan eksistensi dari suatu perusahaan

Saat ini Indonesia masuk pada Era industry 4.0 di mana tranformasi teknologi sudah di jalankan oleh para pelaku bisnis. Jika kita lihat industry 4.0 banyak membuka lapangan kerja bagi banyak orang yang mungkin saja bisa di kerjakan di rumah saja, dalam mengembangkan sebuah bisnis saat ini sangatlah mudah karena semua sudah serba digital.

Pada era 4.0 semua bisnis bisa di jalankan, hanya saja harus bisa mengikuti perkembangan zaman. Contohnya bisnis fashion, usaha fashion zaman dulu harus pembeli datang ke toko karena tidak adanya internet. Tetapi pada zaman era 4.0 ini kita bisa mengandalkan internet untuk berkomunikasi, mempromosikan bahkan kita dapat membeli apa pun dari rumah saja.

Maka dari itu kita kita harus bisa bersaing seriing dengan perkembangan zaman dan semakin berkembangkan sebuah usaha. Kerena banyak usaha yang dapat kita jakankan mulai dari online shop, youtuber bahkan yang lainnya. Untuk para anak milenial saat ini tidak perlu takut untuk membuka sebuah bisnis, karena saat ini lah eranya di mana kita harus kreatif dan banyak belajar dalam membuka suatu usaha.

Industry 4.0 telah membawa berbagai inovasi baru bagi dunia bisnis, hingga berbagai inovasi baru muncul dalam dunia bisnis.

Setelah berjalannya bisnis pada era 4.0, maka kita akan masuk pada era industy 5.0 dimana  dalam kondisi tersebut ada beberapa hal yang harus di sesuaikan oleh para pembisnis, sehingga jika waktunya tiba para pembisnis sudah siap dengan era baru tersebut.

Era 5.0 dapat menjadi salah satu solusi yang bisa di jalankan oleh para pembisnis, seperti yang kita tahu bahwa 5.0 merupaka sebuah transformasi baru yang harus di jalankan oleh para pelaku bisnis, karena sejatinya 5.0 merupakan peralihan dari era 4.0.

5.0 akan bukan hanya sekedar memasukan modal kedalam sebuah bisnis, tetapi 5.0 dapat menghubungkan kita dengan internet. Yang mana nantinya akan sangat membantu kita para pelaku bisnis, baik bisnis menengah maupun bisnis yang sudah besar.

Namun semakin berkembangnya zaman maka semakin banyak juga orang-orang yang membuka berbagai macam bisnis, dan saat itu lah kita tidak luput dari sebuah persaingan, persaingan yang pastinya akan memberikan risiko, baik risiko besar maupun risiko yang kecil.

Risiko di dalam bisnis merupakan hal yang harus siap untuk kita hadapi, banyak hal yang akan kita korbankan untuk bisnis kita. Namun jika tidak adanya risiko sebuah bisnis tidak akan berkembang karena dengan adanya risiko akan membuat kita terus berpikir hal apa yang harus kita lakukan untuk menghadapi risiko tersebut. Hal ini harus menjadi poin untuk kita agar tidak takut untuk menjalankan sebuah bisnis tidak perlu takut untuk akan sebuah kegagalan.

Adanya risiko pasti akan memunculkan berbagai macam masalah untuk sebuah bisnis, setidaknya itu akan mengajarkan kita untuk terus bertahan, menemukan berbagai macam cara yang efektif yang dapat di lakukan agar kesalahan yang sebelumnya terjadi maka tidak akan terjadi kembali.

Melakukan sebuah kesalahan sudah sangatlah wajar namun sesuatu yang wajar itu jangan sampai membuat kita melakukannya lagi. Sangat tidak baik jika kita sebagai seorang pembisnis terlalu menyepelekan masalah yang dianggap kecil, dari hal kecil itu lah yang nantinya akan berdampak baik atau pun buruk.

Contoh dari suatu kesalahan kualitas dari suatu produk atau pelayanan yang kurang baik. Mulai dari permasalah seperti itu yang bisa saja menimbulkan permasalahan besar, bisnis yang menjual produk buruk akan membuat pelanggan akan berpindah ke tempat lain untuk melakukan pembelian sama hal nya jika pelayanan kurang baik maka akan membuat pelanggan tidak kembali ke kita. bahkan karyawan pun bisa saja kehilangan pekerjaannya karena sepinya tempat tersebut.

Kejadian di atas setidaknya dapat menjadikan contoh untuk tidak menyepelekan permasalahan yang sederhana.

Pada saat ini semakin berkembangnya zaman maka semakin berkembang juga ilmu pengetahuan, ilmu yang dapat mengajarkan kita berbagai macam hal. Agar suatu hal yang kita harapkan bisa berjalan dengan baik dan kita bisa meminimalis suatu kesalahan yang mungkin saja bisa terjadi.

Untuk itu munculah ilmu yang dapat memberikan beberapa cara agar kondisi-kondisi buruk yang terjadi bisa tetap kita kendalikan. Ilmu tersbeut adalah Manajemen Risiko.

Namun bagaimana ilmu Manajemen Risiko dapat membantu kita dalam mengatasi hal-hal buruk yang bisa terjadi didalam bisnis kita dan dapat membantu para pembisnis lainnya ?

Membuat komponen dalam risiko bisnis artinya kita mecoba memahami risiko apa saja yang dapat terjadi, pada tahap ini kita di minta untuk berpikir jauh dengan tujuan dapat mempersiapkan segala sesuatunya dengan baik.

Saat kita sudah membuat komponen risiko dalam bisnis yang perlu kita lakukan selanjutnya adalah dengan melakukan market risiko, risiko yang berasal dari konsumen ketika kita menjual suatu produk yang tidak dapat memuaskan konsumennya. Sebagai pembisnis kita harus tau apa saja yang dapat membuat konsumen merasa puas dalam berbelanja agar mereka bisa kembali dan membeli lagi produk yang kita jual.

Langkah selanjutnya yang harus kita lakukan adalah financial risiko, yang dapat berhubungan dengan 2 hal yang pertama pengeluaran, pengeluaran dalam suatu bisnis harus dilakukan namun kita juga harus bisa berpikir bagaimana pengeluaran tersebut dapat memberikan hasil yang positif dalam sebuah bisnis. Yang kedua adalah pendapatan, dimana pendapatan dalam sebuah bisnis sangat diperlukan yang nantinya pendapatan tersebut bisa untuk di kelola kembali.

Selanjutnya adalah operational risiko, dalam sebuah bisnis tentu ada proses dan konsekwensi yang akan di dapatkan. Dimana kemungkinan konsumen tidak menerima produk dengan sepenuhnya karena penjual tidak memberikan apa yang konsumen harapkan.

Setelah kita mengetahui operational risiko selanjutnya adalah project risiko, dimana setiap pekerjaan harus selesai tepat waktu dan spesifikasi dan kepuasan terpenuhi.

Selanjutnya regulatory risiko, di buat untuk mengatur lingkungan bisnis agar dapat berjalan secara baik.

Selain komponen risiko bisnis ada juga situasi dari risiko bisnis yang dapat membantu untuk menangani risiko-risiko yang dapat terjadi. Seperti investasi di real estate, dimana ketika ekonomi baik maka pertumbuhkan akan mengalami kenaikan dan permintaan bertambah.

Dan langkah terakhir adalah pengembangan produk baru, pengembangan produk baru memiliki risiko yang tinggi baik dari segi pasar, keuangan, operasional, teknikal, dan regulasi. Dimana kita harus tau bagaimana cara menangani risiko tersebut seperti yang sudah dijelaskan pada komponen risiko bisnis.

Begitulah cara bagaimana kita belajar cara menangani berbagai macam risiko yang mungkin dapat terjadi di dalam bisnis kita. dan dalam penggunaan manajemen risiko ini biasanya cukup banyak digunakan oleh suatu perusahaan. Dengan banyaknya manfaat yang kita dapatkan saat melakukan penerapan manajemen risiko tidak menutup kemungkinan untuk digunakan dalam aspek kehidupan.

Tugas kita adalah terus berusaha dan mempersiapkan segala sesuatunya, setidaknya kita tahu bagaimana cara untuk meminimalisir suatu kesalahan dan bisa terus bertahan untuk mencapai sebuah kesuksesan.