Menu

Dark Mode
Ide Keren dan Kreatif, Bantuan Makan Sahur di Depok 20 Alasan Warga Nyaman Tinggal di Kota Depok Santika Hotel Depok Kenalkan Menu Malaysia Kota Depok Masuk Zona Rawan Narkoba Duh! Ada 3700 Perceraian Di Depok Selama 2016, Media Sosial Menjadi Penyebab Utama

Ragam

Bantu Warga Cegah Covid-19, Novi Anggriani Enggan Dikaitkan Dengan Pilkada Depok

badge-check


					Novi Anggraini Munadi (Istimewa) Perbesar

Novi Anggraini Munadi (Istimewa)

DepokNews- Pandemi virus Corona atau COVID-19 yang dialami Indonesia, seperti Kota Depok membuat beberapa tokoh dan lapisan masyarakat bergerak meminimalisir sebaran dan korbannya. Namun, masih ada saja suara miring dari segelintir orang yang menyela gerakan tersebut, meski dimungkinkan ada yang mempunyai kepentingan dengan menunggangi kasus COVID-19 ini.

Seperti yang dilakukan Tokoh Perempuan dan Anak di Kota Depok, Novi Anggriani Munadi. Kurang lebih sudah sekitar tiga minggu dirinya membagi-bagikan beras, masker, hand sanitizer dan disinfektan yang aman kepada warga Depok dan ojek online dihampir seluruh kecamatan.

Namun, Ketua Komunitas Novi Anggriani Munadi (NADI) Center ini mengaku ada beberapa pihak yang mengaitkannya dengan gerakan politik. Bahkan di lapangan, saat membantu warga, ada yang menghubungkannya dengan Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Depok 2020.

“Saya marah. Di sini saya tegaskan, bantuan yang saya berikan kepada warga itu dasari karena rasa kemanusiaan,” tegas Novi, Kamis (1/4/2020).

Ia pun menekankan bahwa dirinya tidak mempunyai motif politik dalam memberikan bantuan untuk mengatasi COVID-19. Apalagi disebut-sebut sebagai bakal calon wali kota atau wakil wali kota Depok.

“Saya dan tim tidak pernah membawa segala bentuk atribut atau narasi partai. Saya juga tegaskan berkali-kali, saya tidak mencalonkan dan dicalonkan di Pilkada Depok 2020,” kata Novi.

Posisinya yang bergerak melawan virus Corona tanpa tandeng aling – aling ini, diakui Novi membuat dirinya bebas membantu siapa saja. Bahkan tidak hanya membantu, Novi juga mengkritisi pihak otoritas yang dinilai lamban menangani COVID-19 di Depok.

“Membantu itu menyenangkan bagi saya, saya merasa bermanfaat di antara sesama. Mengkritisi pihak yang punya otoritas seperti Pemkot Depok juga wajar, karena mereka digaji dari uang warga Depok,” jelas Novi.

Melihat kecenderungan COVID-19 yang terus meningkat, Novi mengingatkan agar semua lapisan masyarakat di Depok untuk terus bergotong – royong mengatasi COVID-19. Selain itu juga tetap disiplin dengan menjaga kebersihan dan kesehatan diri serta lingkungan.

“Mari sama – sama kita berdoa, semoga COVID-19 ini tidak banyak menelan korban dan segera usai dari Indonesia, khususnya Depok,” pungkas Novi.(mia)

Facebook Comments Box

Read More

Halal Bihalal DPC PKS Kecamatan Tapos Pererat Silaturahmi dan Perkuat Ketahanan Indonesia

27 April 2026 - 13:59 WIB

DSH Cetak 17 Juru Sembelih Halal Bersertifikat, Perkuat Ekosistem Halal Nasional

26 April 2026 - 09:44 WIB

HUT ke-27 Kota Depok, Imigrasi Hadirkan Layanan Paspor Simpatik dengan Hadiah Kejutan

24 April 2026 - 16:48 WIB

Iin Nur Fatinah Gelar Pendidikan Demokrasi di SMAN 14 Depok melalui Program DPRD Mengabdi

24 April 2026 - 16:40 WIB

Iin Nur Fatinah Hadiri Halal Bihalal DPC PKS Rawalumbu, Perkuat Ukhuwah dan Soliditas Kader

24 April 2026 - 16:30 WIB

Trending on Ragam